Ini Tiga Kriteria Sekdakab Idaman Bupati Ikfina Fahmawati

Bupati Mojokerto, Ikfina Fahmawati. SP/Dwy AS

 

SURABAYAPAGI.COM, Mojokerto - Bupati Mojokerto, Ikfina Fahmawati bakal lebih selektif dalam memilih Sekretaris Daerah (Sekda) pendampingnya nanti. Selain harus profesional, bupati wanita pertama di Mojokerto ini juga mendambakan sosok yang komunikatif dan amanah.

Demikian diucapkan Ikfina saat diwawancarai wartawan di Kantor Pemkab Mojokerto, Selasa (15/6) malam.

“Sekda itu seperti kepalanya ASN, dan sekda itu sebenarnya dengan bupati melekat, jadi memang enggak boleh gegabah. Kalau sudah ada tiga nama, keputusan ada di saya,” ujarnya.

Ia mengatakan, dirinya tidak boleh gegabah untuk memikih Sekda. Sebab, pencarian sekda ini layaknya mencari pasangan hidup. Harus hati-hati dan selektif.

Menurutnya, sekda merupakan partner kerja. Artinya, jika berbicara partner harus ada kerjasama yang bagus didalamnya. Bukan terus kemudian bekerja untuk dirinya sendiri dan mencari peluang untuk dirinya sendiri.

"Profesional itu artinya harus bisa menjalankan tugas pokok dan fungsinya sebagai birokrat dengan baik. Bisa mengayomi seluruh bawahannya dan melayani atasannya," jelasnya.

Ikfina mengakui, memang tidak mudah memilih sekda dengan kriteria tersebut. Apalagi, dia menyadari tak ada manusia yang sempurna. Namun setidaknya dengan adanya seleksi oleh pansel, calon-calon yang ditelurkan itu nantinya mendekati apa yang dibutuhkannya dalam menjalankan roda pemerintahannya.

"Sekda ini jabatan vital yang harus dipegang orang yang berkompeten dan bisa diajak bekerjasama sesuai visi dan misi kepala daerah. Tapi yang terpenting dan paling utama yakni yang bisa menjalankan pekerjaan itu dengan amanah," ujarnya.

Ia menegaskan, kepala daerah memang yang memegang kendali serta bertanggung jawab penuh terhadap roda pemerintahan. Namun itu tidak bisa dilakukannya sendiri.

"Sekda ini adalah tangan kanan kepala daerah. Pejabat kepercayaan kepala daerah. Saat kepala daerah merumuskan dan hendak melaksanakan sebuah kebijakan, sekda juga yang menyiapkan nantinya," paparnya.

Termasuk juga yang tak kalah penting, lanjut Ikfina adalah Sekda yang komunikatif. Yakni, bisa mendengar dan bisa menyampaikan, serta bisa menerima dan diterima. "Karena fungsinya nanti juga menjadi mediator kepala daerah dengan seluruh ASN dan juga jajaran samping serta mitra Pemkab lainnya," tuturnya.

Kendati begitu, pihaknya memastikan cukup terbuka terhadap siapapun yang ingin menduduki posisi tertinggi di tubuh ASN Pemkab Mojokerto ini. Pihaknya bakal memberi restu bagi eselon dua yang bakal meminta rekomendasi melamar bursa sekda.

Apalagi, sesuai informasi dari pansel, pendaftaran juga diperpanjang lantaran masih sepi peminat. Sehingga, siapapun sekdanya nanti yang terpilih, pihaknya bakal menyesuaikan. "Saya berusaha untuk menyesuaikan, jika sekdanya kalem ya saya lebih proaktif, jika agresif ya saya menyesuaikan," pungkasnya.

Sekedar informasi, Pelaksanaan pendaftaran lelang jabatan tinggi pratama Sekretaris Daerah Kabupaten Mojokerto akhirnya diperpanjang.

Perpanjangan pendaftaran dilakukan karena sampai dengan akhir pendaftaran yang digelar mulai 9 - 15 Juni 2021 tidak ada yang mendaftar sama sekali. Dwy