IOC Larang Sebarluaskan Video Olimpiade Tokyo 2020 di Medos

Pelari Elaine Thompson-Herah diblokir instagram karena menyebarluaskan video kemenanganya di Olimpiade Tokyo 2020. SP/ Reuters

SURABAYAPAGI.com, Tokyo - Pelari Jamaika, Elaine Thompson-Herah, diblokir sementara oleh Instagram lantaran mengunggah video kemenangannya dalam nomor 100 dan 200 meter di Instagram pribadinya. Tindakan Elaine dianggap melanggar hak siar Olimpiade Tokyo 2020.

Saat itu, elaine mengunggah video saat dirinya berlomba di nomor lari yang diikutinya. Cuplikan video tersebut ia unggah di akun Instagram pribadinya. Namun, hal itu membuat dirinya terlilit dalam masalah. Ia mendapati akun Instagramnya diblokir ketika ingin mengaksesnya kembali. Kejadian itu sempat membuat heboh sang atlet.

Facebook, selaku pemilik dari Instagram, mengakui telah memblokir akun sang atlet. Namun, akses akun Instagram Elaine telah dipulihkan kembali dalam tempo beberapa jam. Hal tersebut sesuai dengan peraturan Komite Olimpiade Internasional (IOC) yang melarang siapa pun, termasuk atlet, untuk menyebarluaskan video Olimpiade Tokyo 2020 ke media sosial (medsos) untuk melindungi pemilik hak siar Olimpiade Tokyo 2020.

IOC akan mendapatkan lebih dari 4 miliar USD dari hak siar untuk periode yang termasuk Olimpiade musim dingin Pyeongchang 2018 dan Olimpiade Tokyo. Uang itu sebagian besar akan kembali untuk penyelenggaraan olimpiade.

Mayoritas dari uang itu berasal dari stasiun televisi AS NBCUniversal yang telah membayarkan 7,65 miliar USD untuk memperpanjang hak siar Olimpiade hingga 2032 di AS.

Juru bicara IOC Mark Adams mengatakan 90 persen dari pendapatan lembaga penyiaran yang diperoleh IOC itu disalurkan kembali. "Uang itu masuk IOC. Kami harus melindungi hak-hak mereka dan oleh karena itu, pendapatan yang bisa kami salurkan kembali kepada atlet dan olahraga."

Media sosial semakin menjadi cara utama bagi penonton untuk dapat terlibat dengan olimpiade. Tahun ini, atlet-atlet mengunggah video viral TikTok dari balik layar, termasuk melompat di tempat tidur kardus mereka yang banyak dibahas guna membantah tudingan tempat tidur itu tak cukup kuat untuk menahan aktivitas berat dan oleh karena itu "anti-seks". Dsy16