Jaga Stabilitas Harga, Diskouperindag Mojokerto Gelar Operasi Pasar

Diskouperindag Kota Mojokerto siap gelar Operasi Pasar Bahan Pokok menjelang hari besar keagamaan nasional tahun 2021. SP/Dwy Agus Susanti

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto - Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah, Perindustrian dan Perdagangan Kota Mojokerto akan menggelar Operasi Pasar Murah di depan Pasar Tanjung Anyar Kota Mojokerto, Senin (12/4/2021).

Acara yang digelar mulai pukul 08 hingga 12 siang ini dalam rangka menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok menjelang Ramadhan 2021 yang akan jatuh pada Selasa besok.

"Operasi pasar murah ini merupakan kegiatan rutin Diskouperindag Kota Mojokerto setiap menyambut hari besar keagamaan nasional, dalam hal ini menjelang Ramadhan 2021," kata Plt. Kepala Diskouperindag Kota Mojokerto, Ani Wijaya.

Ia mengatakan, komoditas yang dijual dalam operasi pasar murah berupa beras, gula pasir, minyak goreng, tepung terigu, hingga daging ayam potong dijual dengan harga di bawah pasar. Seperti daging ayam yang dijual Rp 35.500 ribu per kilogram atau lebih murah Rp 3500 dibandingkan harga pasaran Rp. 39 ribu per kilogram.

"Kami berharap operasi pasar murah ini mampu menstabilkan harga kebutuhan pokok. Kami juga berharap warga bisa memenuhi persediaan kebutuhan pokok selama ramadhan dan harga di pasaran juga tetap bisa stabil," katanya.

Ani menyebut, untuk pembukaan pihaknya menyediakan stok lumayan melimpah. Diantaranya, beras bramu pacet kemasan 5 kg sebanyak 20 pack dijual dengan harga Rp. 60 ribu/pack, beras cap ketupat kemasan 3 kg sebanyak 20 pack dijual seharga Rp. 30 ribu/pack, beras Forivit sebanyak 20 kg dijual Rp. 15 ribu/kg.

Untuk gula pasir stok sebanyak 50 kg dijual hanya Rp. 12.500/kg, minyak goreng merk fortune sebanyak 48 liter dijual dengan harga Rp. 13.500/liter, tepung terigu sebanyak 20 kg dijual Rp. 9 ribu/kg, daging ayam potong sebanyak 100 kg dijual hanya Rp. 35.500/kg.

"Selain bahan kebutuhan pokok, tahun ini kita juga sediakan stok daging ayam potong. Sebab harganya mengalami kenaikan menjelang masuknya bulan puasa," ujarnya.

Kenaikan ini, lanjut Ani, langsung di respon Pemkot Mojokerto dengan menggelar operasi pasar. Sehingga diharapkan harganya tetap stabil dan tidak melambung tinggi.

"Sudah menjadi kebiasaan menjelang masuknya puasa dan lebaran, harga daging ayam mengalami kenaikan. Ini karena tingginya pemakaian menjelang masuknya bulan puasa atau menjelang lebaran nanti," jelasnya.

Ia menambahkan, stok daging ayam hingga lebaran nanti sangat mencukupi, sehingga pedagang tidak akan kesulitan mendapatkan pasokan.

"Kami memperkirakan kenaikan harga tidak akan sampai melambung karena tingkat pemakaian tidak setinggi pada puasa dua tahun lalu. Kemungkinan kenaikan harga akan terjadi hingga minggu pertama puasa dan kembali normal," katanya. Dwi