Jamhadi: Pangusaha yang Cash Flownya Bagus, Harus Sabar!

Ketua Dewan Pertimbangan Kamar Dagang Industri (Kadin) Surabaya, Dr. Ir. Jamhadi MBA.

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Memasuki awal bulan September 2021, sejumlah wilayah di Indonesia mengalami penurunan zona penyebaran covid-19. Penurunan ini juga dibarengi dengan penurunan level PPKM setiap wilayah.

Penurunan level ini pasca dikeluarkannya Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 35 Tahun 2021 Tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Level 4, Level, 3, dan Level 2 covid-19 di Wilayah Jawa dan Bali.

Di Jatim sendiri, pada bagian I huruf F Inmendagri no 35 menyebutkan, ada sekitar 18 daerah yang masih berada pada level 4. Dan 18 daerah lainnya adalah level 3 serta 2  daerah level 2. Daerah yang masih level 4, beberapa diantaranya adalah Kota dan Kabupaten Malang, kota dan kabupaten Kediri, kota Batu, Kabupaten Ngawi dan kabupaten Banyuwangi serta kabupaten Lumajang.

Sementara untuk Kota Surabaya, pada huruf F point ke-2 berada pada level 3. Selain Surabaya, Pasuruan, kota dan kabupaten Mojokerto, Sumenep, Bangkalan, kabupaten Sidoarjo serta kabupaten Gresik juga masuk dalam kategori level 3. Sementara untuk level 2 adalah wilayah Sampang dan Pamekasan.

Turunnya level PPKM dan level zona covid-19 ini pun disambut baik oleh pemerintah kota Surabaya. Bahkan Walikota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan, akan segera menggenjot pertumbuhan ekonomi sesegera mungkin.  Sebagai informasi, sebelumnya status zona covid-19 di Surabaya adalah zona orange. Dan kini turun ke zona kuning per 1 September kemarin.

"Mulai hari ini kita harus kembali menggerakan roda perekonomian. Zona hijau menjadi sasaran kita selanjutnya," kata Eri Cahyadi dalam keterangan resminya, kemarin.

Pernyataan walikota Surabaya pun mendapat aspresiasi dari sejumlah praktisi bisnis. Salah satunya datang dari Ketua Dewan Pertimbangan Kamar Dagang Industri (Kadin) Surabaya, Dr. Ir. Jamhadi MBA.

 

Banyak Stimulus

Kepada Surabaya Pagi Jamhadi mengaku optimis bila upaya menggenjot perekonomian di Jatim khususnya Surabaya yang dilakukan pemerintah akan berjalan dengan baik.

"Saya percaya bahwa Indonesia pada umumnya dan Jatim dan Surabaya khusunya akan mengarah ke arah yang positif," kata Jamhadi, Kamis (02/09/2021).

Bukan tanpa sebab, setidaknya ada pertimbangan yang menurutnya sangat penting. Pertama adalah dari sisi regulasi pemerintah melalui program Peningkatan Ekonomi Nasional (PEN). Dari program PEN, setidaknya ada sekitar Rp 744 triliun yang dialokasikan pemerintah untuk keperluan belanja kesehatan, relaksasi perbankan, pemberian stimulus kepada UMKM serta bantuan langsung tunai (BLT).

Berikutnya adalah munculnya kepedulian pengusaha dalam membelanjakan fasilitas kesehatan demi menjaga imunitas para pekerjanya.

"Atas pertimbangan itu maka ada uang beredar. Keperluan untuk orang belanja meningkat, daya beli masyarakat juga baik. Dan inilah hasil dari PPKM. Kalau tidak PPKM tidak akan selesai-selesai," katanya.

Kendati begitu, ia mengingatkan agar pemerintah tidak berpuas diri dengan apa yang ada. Hal yang perhatikan saat ini adalah mendoring pertumbuhan ekonomi kreatif dengan sejumlah inovasi serta memastikan ketersediaan barang di tengah masyarakat.

Hal ini dinilainya sangat penting. Karena pertumbuhan ekonomi di Indonesia didukung oleh beberapa hal diantaranya adalah tingkat konsumsi masyarakat, investasi serta pariwisata. Secara presentase, tingkat konsumsi masyarakat menyumbang 50% bagi pertumbuhan ekonomi. Sementara investasi 31% dan sisanya berasal dari sektor lainnya termasuk  pariwisata.

"Jadi konsumsi masyarakat itu berpengaruh pada pertumbuhan ekonomi. Bagaimana masyarakat mau membeli barang kalau ketersediaan barang tidak diperhatikan. Jadi itu harus dijaga betul, apalagi yang berkaitan dengan kebutuhan hidup sehari, makan dan lain-lain," katanya.

 

Malah Meningkat

Dari data Kadin Surabaya, setidaknya ada 9 sektor bisnis yang meningkat pesat selama pandemi covid-19. Beberapa diantaranya adalah sektor bisnis pertanian, bisnis teknologi informasi dan komunikasi (TIK), bidang farmasi dan alat kesehatan.

Dari sektor bisnis pertanian banyak masyarakat yang berlomba-lomba bertransaksi tanaman herbal dan cendrung memperhatikan masa pasca panen. Dari bidang TIK, kebijakan work from home hingga sekolah di rumah saja berdampak pada peningkatan penjualan teknologi baik gawai, komputer hingga laptop.

Untuk sektor pariwisata sendiri, ia meminta agar jalur penerbangan dalam negeri dibuka secara luas. Tujuannya agar hilir mudik wisatawan lokal semakin meningkat.

"Kalau banyak orang yang melakukan perjalan, menginap di hotel, hotel ramai, bisnis disekitarnya pun ikut berjalan khususnya ekonomi kreatif. Jadi penerbangan berdampak pada pariwisata, dan juga investasi. Itu yang harus digenjot," ucapnya.

Selain kepada pemerintah, ia juga mengingatkan agar para pengusaha dalam menjalankan bisnisnya selalu mengedepankan social decision. "Dalam melakukan bisnis keputusan sosial harus muncul. Pengusaha yang punya cash flow bagus harus sabar, jangan buru-buru memecat orang," ucapnya.

Saat dikonfirmasi terkait kapan perekonomian Indonesia dapat berjalan normal kembali, ia justru menyampaikan yang hal yang mengejutkan. Berdasarkan diskusi bersama kadin internasional, perekonomian akan kembali normal pada triwulan I tahun 2022.

"Dari diskusi kami, sekitar April 2022 baru mulai membaik, mulai berjalan normal kembali," akunya. sam/rl/erc