Jelang Libur Nataru, Perajin Terompet Mulai Dibanjiri Orderan Aneka Motif

author surabayapagi.com

- Pewarta

Selasa, 28 Nov 2023 13:00 WIB

Jelang Libur Nataru, Perajin Terompet Mulai Dibanjiri Orderan Aneka Motif

i

Proses pembuatan terompet di Desa Mojowarno, Jombang. SP/ JBG

SURABAYAPAGI.com, Jombang - Momen Natal dan Tahun Baru (Nataru) selalu dinanti-nantikan banyak orang, terutama para perajin terompet di Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Sebab, di momen inilah mereka ramai menerima pesanan terompet bahkan hingga luar daerah Jombang. 

Salah satu perajin terompet tersebut adalah Adi Santoso (26), pemilik usaha dan pembuat terompet Kecamatan Mojowarno Jombang. Usaha terompet ini diawali oleh orangtuanya yang memproduksi terompet sejak tahun 1980. Di tempat usaha yang dia miliki terompet berkepala naga adalah yang paling diminati oleh konsumen.

Baca Juga: Bayar Honor Tenaga Sorlip Surat Suara Pemilu 2024, KPU Jombang Keluarkan Anggaran hingga Rp 1,1 Miliar

"Ini kerajinan terompet naga. Awalnya bantu orang tua berkelanjutan terus saya jual lagi lewat online dan hasilnya lebih memuaskan," kata Santoso, Selasa (28/11/2023).

Selain terompet berkepala naga, menurutnya ada tiga motif terompet yang dibuat. Hanya saja kini yang paling banyak diminati yakni, terompet berkepala naga dengan varian warna. Dalam setiap harinya, ia mampu membuat 200 hingga 300 an terompet.

"Kalau bulan-bulan biasa sebelumnya itu hanya buat 30 sampai 50 terompet setiap harinya. Tapi kalau momen-momen tertentu seperti menjelang Nataru ini, ya harus buat banyak seperti 300 terompet gitu. Soalnya kan banyak pesanan gitu dan memang usaha seperti ini musiman," tutur Santoso. 

Meski belum memasuki bulan Desember, Santoso mengaku sudah mendapat pesanan terompet yang cukup banyak. Bahkan peningkatan mencapai 50 persen lebih bila dibandingkan dengan hari biasa. Sementara untuk pemasarannya, ia memanfaatkan grup whatsapp kerajinannya dan disebarkan luaskan melalui media sosial.

Baca Juga: Enam Proyek Dinas Perkim Jombang Disinyalir Tabrak Undang-undang

"Alhamdulillah masalah peningkatan 75 persen, terus pesanan lebih banyak lagi dari tahun ke tahun," ujar Santoso. 

Santoso mengaku harga terompet ini sangat ramah dikantong. Dan harganya terjangkau buat seluruh lapisan masyarakat. Untuk setiap terompet naga yang dibuat dibanderol mulai dari harga Rp9 ribu hingga Rp10 ribu rupiah, tergantung banyaknya pemesanan. 

"Kalau untuk harga grosir minimal pembelian di atas 100 itu harganya Rp10 ribu per bijinya. Kalau di antara 500 sampai 1000 biji itu Rp9 ribu harganya. Alhamdulillah kalau penjualan sudah meluas kemana-mana seperti mulai dari daerah Jombang sendiri, Malang, Surabaya dan sekitarnya," kata Santoso. 

Baca Juga: Proyek Pembangunan SPALD-S Perkim Jombang Diduga Dobel Anggaran

Santoso menjelaskan bila momen Nataru seperti saat ini, ia mampu meraup keuntungan puluhan juta rupiah dalam setiap bulannya. Dari omzet yang didapat itu, bapak dengan satu anak ini mampu menopang kebutuhan keluarganya hingga menabung.

"Omzetnya kurang lebih kalau kotor hampir Rp60 juta, kalau bersihnya sekitar Rp30 juta an. Hasilnya saya buat memenuhi kebutuhan keluarga, kebutuhan anak dan buat menabung juga," ujar Santoso. jb-01/dsy

Editor : Desy Ayu

BERITA TERBARU