Jelang Olimpiade 2024, Prancis Gunakan Teknologi AI di Kamera CCTV

author surabayapagi.com

- Pewarta

Jumat, 21 Jul 2023 15:46 WIB

Jelang Olimpiade 2024, Prancis Gunakan Teknologi AI di Kamera CCTV

i

Logo Olimpiade Paris 2024.

SURABAYAPAGI.COM, Paris - Kota Paris, Prancis akan memanfaatkan kamera real time yang dilengkapi dengan kecerdasan buatan (AI). Hal itu bertujuan untuk mendeteksi aktivitas mencurigakan selama gelaran Olimpiade 2024.

Mengutip BBC pada Jum’at (21/7/2023), sebuah versi dari sistem keamanan AI yang baru telah diterapkan di beberapa kantor polisi di seluruh Prancis. Salah satu pelopornya adalah kantor polisi di Massy, selatan Paris.

Baca Juga: Unik dan Ngeri! Gabungan Hewan Ini Hasil Perpaduan Teknologi AI

“Jadi, perangkat AI memonitor semua kamera. Ketika melihat sesuatu yang diperintahkan untuk diwaspadai, seperti sekelompok orang yang tiba-tiba berkumpul, maka perangkat ini akan memberikan peringatan,” kata Wali Kota Masssy Nicolas Samsoen.

Sasmsoen mengatakan bahwa dalam sistem ini AI berperan mendeteksi adanya gangguan tersebut dengan dilatih menggunakan kumpulan data berupa gambar. Seperti tas-tas yang sering ditinggal di jalan.

Kendati demikian, AI hanya bertugas sebatas memonitor dan mengingatkan. Pasalnya, keputusan untuk menanggapi gangguan tersebut terletak pada manusia, yakni polisi yang bertugas.

Baca Juga: Pencetus AI Pertama Resign Dari Google, Ingatkan Bahaya Untuk Manusia

“Yang penting adalah manusia (Polisi) yang membuat keputusan akhir tentang bagaimana bereaksi, bukan komputer. Algoritma ini memberdayakan manusia,” ujarnya.

Prancis sendiri memiliki undang-undang yang secara eksplisit melarang penggunaan teknologi pengenal wajah. Seperti yang diadopsi oleh China, misalnya, untuk melacak individu yang mencurigakan.

François Mattens Vice President of Public Affairs and Strategic Partnerships perusahaan AI XXII dari Perancis mengkonfirmasi bahwa pihaknya yang akan menyediakan layanan perangkat lunak AI tegas mengikuti undang-undang yang berlaku.

“Apa yang membuat kami menarik adalah kami menyediakan keamanan, tetapi dalam kerangka hukum dan etika,” ungkap Mattens.

Selain itu, Mattens juga menekankan bahwa pihaknya tidak akan dan tidak bisa secara hukum mengimplementasikan pengenalan wajah dalam sistem AInya nanti. prs

Editor : Redaksi

BERITA TERBARU