Judi Sabung Ayam dan Capjiki Omzet Puluhan Juta Perhari, Kapolsek Singosari Lakukan Pembiaran

SURABAYAPAGI.COM, Malang - Ratusan penggemar judi sabung ayam dan Capjiki yang berada di kalangan Sabung Ayam Desa Dengkol Kecamatan Singosari Kabupaten Malang yang berdekatan dengan lokasi  pasar Sapi, ramai bergemuruh apalagi suporter yang melihat ayam jagoannya bertarung di kalangan sabung ayam dengan harapan kemenangan bisa diraih dan bisa mendapatkan uang dari hasil judinya.

Di masa Pademi Covid 19  tidak menjadi masalah bagi ratusan penjudi ayam yang berantusias setiap hari Selasa, Rabu, Sabtu dan Minggu mencari uang untuk datang membawa ayam jagoannya di pertarungkan di kalangan sabung ayam di Desa Dengkol Kecamatan Singosari Kabupaten Malang, Rabu  (3/11).

Berdasarkan regulasi yang ada maka praktek judi sabung ayam dan Capjiki merupakan perbuatan melawan hukum dan bisa diancam dengan hukuman pidana. Sesuai dengan Undang-undang  Perjudian No. 7 Tahun 1974 yang menegaskan bahwa, setiap bentuk kegiatan perjudian adalah merupakan tindak pidana dan diancam dengan hukuman pidana.

Dari pantauan tim investigasi media Harian Surabaya pagi dan Surabayapagi. Com, Judi sabung ayam  dan judi capjiki ini di area yang tidak jauh dari Pasar Sapi Desa Dengkol ini beromzet puluhan juta rupiah bahkan bisa mencapai ratusan juta rupiah per hari pada saat ramai.

Sudah  lebih dari 3 tahun kalangan judi sabung ayam dan capjiki tersebut beroperasi, lokasinya jauh dari pemukiman warga  tapi berdekatan dengan pasar Sapi Desa Dengkol. Kegiatan Judi Sabung Ayam dan Capjiki tersebut dimulai siang hari sampai malam hari. Polsek Singosari sebagai pemangku wilayah hukum melakukan pembiaran atau tutup mata terhadap aktivitas melawan hukum di wilayahnya,  Ketika Wartawan Harian Surabaya Pagi mau menghadap  Polsek Singosari guna menemui Kanit maupun Kapolsek Singosari untuk dimintai konfirmasi mengenai keberadaan  judi sabung ayam dan capjiki di wilayahnya ternyata masih ada kegiatan diluar. AKB