Jumlah Penumpang Turun Drastis Hingga 80 Persen

Suasana terlihat lenggang saat Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berlaku di Jawa-Bali hingga 25 Januari 2021 di Terminal Purabaya, Sidoarjo, Jawa Timur, Kamis (21/1). SP/Patrik Cahyo

SURABAYAPAGI, Surabaya – Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang dilaksanakan di Jawa – Bali berlaku hingga 25 Januari tersebut juga berdampak pada sektor transportasi seperti yang terjadi di Terminal Purabaya, Sidoarjo, Jawa Timur, Kamis (21/1/2021). Terlihat animo penumpang yang menggunakan jalur darat tersebut terlihat sangat lenggang, bahkan terjadi penurunan secara drastis.

Hal itu diungkapkan langsung oleh Kepala Unit Terminal Purabaya, Imam Hidayat mengatakan selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) sangat berpengaruh terhadap animo penumpang yang menggunakan transportasi angkutan darat.

“Penurunan penumpang sangat drastis mas, dalam sepekan pelaksanaan PPKM berdampak pada penurunan jumlah penumpang, mengalami penurunan sebesar  80 persen, dan yang masuk ke terminal hanya 20 persen.  Apalagi pada hari – hari biasa terlihat sangat sepi penumpang,”ucapnya saat ditemui di Terminal Purabaya.

Penurunan jumlah bus tersebut terjadi di semua trayek. Baik bus antarkota antarprovinsi (AKAP) maupun bus antarkota dalam provinsi (AKDP). ”Semua turun drastis,” ucapnya

Penurunan penumpang terjadi paling banyak pada April dan Juni. Penurunan penumpang terjadi saat itu lantaran mulai merebaknya pandemi. Sementara itu, Juni merupakan dampak dari penutupan terminal selama Mei akibat pelaksanaan PSBB.

Hingga kemarin, armada bus yang beroperasional  rata – rata dalam satu hari yang masuk ke Terminal mencapai 900 sampai 1.000 kendaraan sebelum penerapan PPKM penurunannya 60 persen. Namun saat penerapan PPKM untuk armada terjadi penurunan mengalami 40 persen dengan total 500 - 600 kendaraan.

Berbeda dengan penumpang kenaikan rata – rata 8.000 ribu hingga 10.000 ribu. Saat ini terjadi penurunan drastis dengan total  5.000- 6.000 penumpang per hari. Sedangkan saat hari weekend terjadi kenaikan 30.000 hingga 45.000 penumpang per hari.

Imam menyampaikan terkait dengan isu penutupan Terminal Bungur tidak benar, hal itu disampaikan langsung bahwa terminal tetap membuka layanan bagi masyarakat yang ingin berpergian.

“Isu itu tidak benar, kita menunggu kebijakan dari Pimpinan jika tutup. Terkait dengan PPKM pembatasan wilayah,”ungkapnya.

Animo penumpang terlihat sepi menjelang maghrib tidak ada penumpang. Bahkan armada yang terdampak dengan adanya PPKM dikarenakan biaya operasional yang membuat perusahaan harus memutar otak agar tetap beroperasional.

Ditempat yang sama, kondisi sepi penumpang dirasakan oleh Holiq, sopir bus jurusan Surabaya – Purwokerto terpaksa mengurangi armada bus yang beroperasi mengingat sedikitnya jumlah penumpang yang bepergian.

“Dengan adanya PPKM hanya mendapatkan penumpang di bawah 10 penumpang, hari biasa kadang 4-7 penumpang. Setelah berakhir PSBB sempat merangkak naik sekarang ada pembatasan lagi. 

"Biasanya armada yang beroperasional 20 kendaraan sekarang hanya 10. Sepi penumpang, hanya bisa pasrah mas,”pungkasnya. Pat