Kacper Kozlowski Jadi Incaran Juventus dan Barcelona

Kacper Kozlowski. SP/ Eufa

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Kacper Kozlowski yang merupakan pemain termuda dalam sejarah Piala Eropa 2020 sekaligus masuk Timnas Polandia ini langsung mencuri perhatian klub-klub raksasa setelah tampil di Euro 2020. Juventus dan Barcelona.

Minat paling nyata datang dari Cagliari. Mereka telah mencoba mendekatu dan menggoda Kozlowski untuk bergabung.

Berawal dari bangku cadangan ketika Polandia mengimbangi Spanyol 1-1 dirinya mampu memecahkan rekor pemain Inggris sebagai pemain termuda dalam sejarah Piala Eropa 2020, Jude Bellingham yang ditorehkan beberapa hari sebelumnya.

Bagi Kozlowski, ini jelas menjadi musim panas yang mengesankan. Bahkan, kini makin menarik karena Corriere dello Sport mengklaim beberapa klub Eropa menunjukkan ketertarikan untuk memboyongnya

Kacper Kozlowski dinilai sebagai talenta paling cemerlang Polandia sejak Robert Lewandowski. Kepergian Kozlowski dari Pogon Szczecin ditengarai hanya soal waktu.

Sebelumnya, pelatih Timnas Polandia, Paulo Sousa, melayangkan pujian selangit kepada bocah ajaib, Kacper Kozlowski, yang tampil gemilang saat bermain imbang 1-1 melawan Timnas Spanyol, Minggu (20/6/2021) dini hari WIB. Menurut Paulo Sousa, kehadiran Kacper Kozlowski menyegarkan timnya yang sempat lesu.

Pada laga tersebut, Timnas Polandia kebobolan lebih dulu melalui aksi Alvaro Morata yang mencetak gol pada menit ke-25. Namun, Polandia berhasil mencetak gol penyeimbang pada menit ke-55 melalui aksi Robert Lewandowski.

Setelah gol itu, pelatih Paulo Sousa memasukkan Kacper Kozlowski untuk menggantikan Mateusz Klinch. Selama 35 menit bermain, Kacper Kozlowski berhasil membangkitkan kembali semangat para pemain Polandia sehingga bisa menahan imbang 1-1 Spanyol.

"Kami sadar, Timnas Spanyol memiliki banyak kualitas. Mereka suka mendominasi dan memenangi semua duel di lapangan. Pertandingan begitu intens dan pemain pengganti kami banyak memberikan bantuan," kata Paulo Sousa, Kamis (24/6/2021).

"Kacper Kozlowski masuk. Seorang laki-laki tanpa banyak pengalaman yang melakukannya dengan hebat. Dia menyegarkan tim dan membantu mencegah intensitas pertahanan yang mulai melambat," tegas Paulo Sousa. Dsy10