Kaesang Beli Saham Rp 92 M, Dua Aktivis Meradang

Putra Presiden Joko Widodo, Kaesang Pangarep.

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Aktivis dan pegiat media sosial, Nicho Silalahi dan Aktivis Iwan Sumule mengusik harta Putra Presiden Joko Widodo, Kaesang Pangarep.

Putra bungsu Jokowi diam-diam membeli saham emiten pengolahan beku berbasis udang, PT Panca Mitra Multiperdana Tbk (PMMP) melalui PT Harapan Bangsa Kita (HEBAT).PT Harapan Bangsa Kita (HEBAT) sendiri merupakan perusahaan yang dimiliki oleh Kaesang Pangarep. Nilai saham yang dibeli Rp92,2 miliar.

Informasi ini disampaikan secara resmi melalui Bursa Efek Indonesia.

Aktivis dan pegiat media sosial, Nicho Silalahi mempertanyakan bagaimana anak Presiden Joko Widodo, Kaesang Pengarep bisa mengumpulkan uang Rp92,2 miliar untuk membeli saham.

Padahal harta Presiden Jokowi saja hanya sekitar Rp64 miliar.

“Jika berpikir jauh maka bagaimana cara si keasang ini mengumpulkan uang jika harta bapaknya aja cuma 64 M?” tanya Nicho Silalahi melalui akun Twitter pribadinya pada Selasa, (7/12/ 2021)

 

 

 

Aneh Kekayaan Kaesang Meningkat

Sementara Aktivis Iwan Sumule melalui akun Twitter-nya, melihat apa yang dilakukan dengan menghubung-hubungkannya dengan kekayaan yang dimiliki orang di lingkatan Jokowi yang naik, bahkan saat pandemi Covid-19.

Iwan Sumule merasa aneh bila kekayaan Kaesang meningkat. Karena beberapa tahun ini banyak bisnis terdampak karena Covid-19.

Ia melihat justru orang-orang dekat Presiden Jokowi kekayaannya menanjak di tengah bisnis rakyat mengalami kerugian dan tak sedikit yang bangkrut.

“Selain Luhut yang tambah kaya, anak @jokowi, Kaesang pun semakin kaya. Pemimpin harus bisa meyakinkan rakyat bisa mengatur dan memberi hidup rakyatnya lebih baik dari harapan hidup rakyat itu sendiri. Keserakahan dan ketamakan bisa mencelakakan manusia," ungkap Iwan Sumule bernada pedas.

Ia bertanya apa tidak menutup peluang ada upaya transaksional yang sarat dengan kepentingan? Belum lagi upaya dinasti yang mengantarkan anak dan mantu untuk berkuasa penuh.

 

 

 

Kepo Kau

Bersama pernyataannya, Nicho Silalahi membagikan cuitan Mantan Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Sumber Daya, Rizal Ramli.

“Kepo kali tuh aktifis Prodem? Kaesang Borong Saham Frozen Food Rp 92,2 Miliar, Aktivis ProDem Kepo: Duitnya dari Mana Nih? Wong harta Jokowi hanya Rp64 milyar?” cuit Rizal Ramli.

Dalam berita Tribun News yang dibagikan Rizal Ramli itu, diberitakan Nicho Silalahi yang sebelumnya juga mempertanyakan sumber uang yang digunakan Kaesang membeli saham

“Setelah anak dan mantu jadi walikota kini sibungsu beli saham ± 92 M. Uang dari mana nih? Di saat rakyat kesulitan ekonomi die menjadi pengusaha sukses,” kata Nicho Silalahi.

“Ternyata Pandemik bukan saja meningkatkan Harta pejabat saja tapi juga meningkatkan harta anak pejabat loh. Hebat ya Covid,” tambahnya.

Sebelumnya, Kaesang Pangarep membeli saham di PT Panca Mitra Multiperdana Tbk melalui perusahaan miliknya, PT Harapan Bangsa Kita atau yang lebih dikenal dengan GK Hebat.

Dikutip dari keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu, 10 November 2021, total saham yang dibeli Kaesang Pangarep yakni 188,24 juta lembar saham atau sekitar 8 persen dari total keseluruhan saham yang ditempatkan di perseroan.

Apabila mengacu pada harga saham PMMP per lembarnya Rp490, maka nilai transaksinya mencapai Rp92,2 miliar.

Dalam berita itu, juga dibahas soal jumlah harta kekayaan Presiden Jokowi berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) terbaru.

Berdasarkan LHKPN yang disampaikan pada 12 Maret 2021 itu, jumlah kekayaan Jokowi adalah sebesar Rp 63,6 miliar.

Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) Presiden Jokowi yang di-update tanggal 12 Maret 2021 kekayaannya mencapai Rp63,6 miliar. Berikut rinciannya:

 

 TANAH DAN BANGUNAN Rp. 53.281.696.000

- Tanah dan Bangunan Seluas 168 m2/150 m2 di KAB / KOTA SUKOHARJO, HASIL SENDIRI Rp. 420.000.000

- Tanah dan Bangunan Seluas 838 m2/500 m2 di KAB / KOTA KOTA SURAKARTA , HASIL SENDIRI Rp. 6.510.000.000

- Tanah dan Bangunan Seluas 1120 m2/648 m2 di KAB / KOTA KOTA SURAKARTA , HASIL SENDIRI Rp. 4.480.000.000

- Tanah dan Bangunan Seluas 2185 m2/1600 m2 di KAB / KOTA SUKOHARJO, HASIL SENDIRI Rp. 1.892.500.000

- Tanah dan Bangunan Seluas 1642 m2/1500 m2 di KAB / KOTA SUKOHARJO, HASIL SENDIRI Rp. 1.571.000.000

- Tanah dan Bangunan Seluas 1773 m2/1500 m2 di KAB / KOTA SUKOHARJO, HASIL SENDIRI Rp. 1.636.500.000

- Tanah Seluas 716 m2 di KAB / KOTA KOTA SURAKARTA , HASIL SENDIRI Rp. 2.864.000.000

- Tanah dan Bangunan Seluas 365 m2/60 m2 di KAB / KOTA KOTA SURAKARTA , HASIL SENDIRI Rp. 1.825.000.000

- Tanah dan Bangunan Seluas 302 m2/176 m2 di KAB / KOTA KOTA SURAKARTA , HASIL SENDIRI Rp. 2.265.000.000

 

ALAT TRANSPORTASI DAN MESIN Rp. 527.500.000

- MOBIL, SUZUKI PICK UP Tahun 1997, HASIL SENDIRI Rp. 10.000.000

- MOBIL, ISUZU TRUCK Tahun 2002, HASIL SENDIRI Rp. 60.000.000

- MOTOR, YAMAHA VEGA SEPEDA MOTOR Tahun 2001, HASIL SENDIRI Rp. 2.500.000

- MOBIL, MERCEDES BENZ SEDAN Tahun 2004, HASIL SENDIRI Rp. 160.000.000

- MOBIL, MERCEDES BENZ SEDAN Tahun 1996, HASIL SENDIRI Rp. 60.000.000

- MOBIL, ISUZU TRUCK Tahun 2002, HASIL SENDIRI Rp. 40.000.000

- MOBIL, NISSAN GRAND LIVINA MNIBUS Tahun 2010, HASIL SENDIRI Rp. 75.000.000

- MOBIL, NISSAN JUKE MINIBUS Tahun 2012, HASIL SENDIRI Rp. 120.000.000

- Harta bergerak lainnya sebesar Rp 357.500.000 dan kas atau setara kas sejumlah Rp 10.047.790.536. n er, jk, sl