Kakanwil Kemenag : Madrasah Sebagai Wadah Tradisi Keilmuan

Ahmad Zayadi, Kakanwil Kemenag Provinsi Jawa Timur, berikan pembinaan ASN di lingkungan Kemenag Kabupaten Jember di Gedung MAN 1 Jember. Rabu (25/11/2020). SP/ MOCHAMMAD KASYFI FAHMI   

SURABAYAPAGI, Surabaya - Ahmad Zayadi, Kakanwil Kemenag Provinsi Jawa Timur, memberikan pembinaan ASN di lingkungan Kemenag Kabupaten Jember. Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung MAN 1 Jember. Rabu (25/11/2020).

Kunjungan Kakanwil di madrasah yang melahirkan dan mencetak banyak tokoh hebat ini disambut hangat oleh Kepala Kankemenag Kabupaten Jember, Muhammad. Dalam sambutannya, Kakankemenag menjelaskan bahwa, saat ini, jika madrasah dengan guru-gurunya yang tidak berkompeten akan langsung tertinggal.

 Kakanwil menuturkan ketika dirinya memasuki gedung MAN 1 Jember, seketika langsung teringat dengan teman-teman dosennya di kampus yang juga berasal dari madrasah ini. Kakanwil mengatakan, "Data Badan Pusat Statistik (BPS) sepuluh tahun terakhir menyebutkan peminatan madrasah oleh kelas menengah keatas terus mengalami peningkatan," ujarnya. 

f4c6e81a-2e25-4431-ab1f-2d83d86e2fec

Namun, jelas Kakanwil, "Meski kita sudah hebat, kita tidak boleh melupakan jati diri madrasah. Madrasah lebih dari sekolah biasa. Kalau hanya sebagai entitas pendidikan maka terjadi degradasi madrasah," tuturnya.

Madrasah merupakan tempat pengabdian bagi orang-orang hebat. Tidak hanya sebagai tempat mendidik, namun madrasah juga sebagai wadah tradisi keilmuan atau tradisi akademik.

Madrasah memiliki muassis. Pendirinya yakni para kyai. Masyayih melakukan transformasi pesantren menjadi lembaga pendidikan kemudian menjadi madrasah sebagai lembaga pendidikan Islam.

"Pesan moral mars madrasah adalah mengajarkan arti kehidupan. Maka, tantangan madrasah adalah bagaimana cara mengajarkan arti kehidupan. Tidak hanya mengajarkan 'tentang'...kalau hanya mengajarkan 'tentang' maka murid tahunya hanya 'tentang', pada tataran kognitif," papar Kakanwil. Dari mengajarkan 'tentang' menuju kepada pendidikan 'bagaimana'. Bagaimana berakhlak mulia, bagaimana berislam. mbi