Kakeknya Disebut Arab-Nasionalis

Najwa Shihab

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Peringatan Hari Kemerdekaan RI dijadikan Najwa Shihab sebagai momen untuk memperingati jasa-jasa para pahlawan dan semangat untuk bangkit dan bekerja meraih cita-cita. Ini terlihat pada Senin (17/8/2020) kemarin, ia membagikan dua unggahan yang berkaitan soal hal ini.

Di unggahan pertama, Najwa Shihab tampak mengenakan masker kombinasi batik merah dan kain putih, yang dibubuhi siluet Garuda Pancasila. "Proklamasi harusnya tak berhenti sekadar deklarasi, sebab merdeka mestinya bukan alat propaganda. Indonesia adalah kata kerja, mimpi-mimpi yang harus digubah menjadi nyata," tulisnya.

Wanita 42 tahun ini lantas mengutip buah pikiran salah satu Bapak Bangsa, Mohammad Hatta. "Bung Hatta pernah berbicara, hanya ada satu negara yang menjadi negaraku. Negara itu tumbuh karena satu perbuatan, dan itu perbuatanku," tulis Najwa Shihab.

Dalam unggahan kedua, ia membagikan foto hitam putih Bung Karno yang sedang berinteraksi dengan kakek Najwa Shihab, Abdurrahman Shihab.

Najwa Shihab lantas memperkenalkan kakeknya kepada warganet. "Lahir pada 1915 di Makassar, Abdurrahman lakukan segala hal baik yang bisa diperbuat: belajar ilmu tafsir hingga jadi profesor, mengajar hingga jadi rektor, mendidik hingga lahirkan Universitas Muslim Indonesia," tulisnya.

Najwa Shihab mengatakan kakeknya adalah seorang politikus Masyumi dengan ideologi demokrasi, dan bercita-cita Indonesia menjadi negara yang bisa merawat keberagaman. "Sebagai peranakan Arab-Hadramaut, ia enggan memakai gelar kebangsawanan keluarga. Dengan sadar dipilihnya peci hitam – membuatnya sebarisan dengan Sukarno yang menjadikan peci hitam sebagai simbol identitas kaum nasionalis," tulisnya.

Najwa Shihab menyebut bahwa sang kakek telah memilih Indonesia sebagai bangsanya, meski memiliki leluhur dari negeri seberang. "Seperti John Lie (peranakan Tionghoa) atau Ernest Douwest Dekker (peranakan Belanda), ia bagian dari mereka yang memilih Indonesia sebagai muara kesetiaan kebangsaannya ketimbang tanah leluhurnya. Leluhur selamanya dimuliakan, namun tanah yang dipijak hari ini sama berharganya," tulis Najwa.

Di pengujung tulisannya, ia melontarkan sebuah pertanyaan kepada pembaca. Najwa menulis, "Abdurrahman, lengkapnya Abdurrahman Shihab, adalah kakek saya. Jadi, siapa pahlawanmu hari ini?" jk/erc