Kematian Bisa 100 Ribu Kasus Setiap Pekan

Ilustrasi pemakaman pasien covid-19

 

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Penyebaran covid-19 di seluruh dunia semakin tak terkendali dan membuat WHO menyatakan prediksi yang mengerikan yaitu ada kematian massal tiap pekan. Dilansir dari Reuters, Minggu (24/1/2021) Organisasi Kesehatan Dunia WHO itu menyatakan kematian akibat pandemi covid-19 di seluruh dunia bisa mencapai 100 ribu kasus setiap pekan.

Total kasus kematian covid-19 dengan angka tersebut diprediksi akan terjadi dalam waktu dekat akibat berbagai mutasi virus yang ditemukan di berbagai Negara.

Sehingga lonjakan kasus akibat covid-19 sudah mencapai titik mengkhawatirkan seperti negara Amerika, China, Jepang, Inggris, Jerman, Korea, Afrika Selatan, dan Perancis.

Rumah sakit darurat di berbagai negara bahkan mengaku tidak bisa menampung lonjakan kasus seperti yang dialami negara Australia, Belanda, dan Thailand.

Sepekan belakangan ini kasus kematian akibat covid-19 di seluruh dunia sudah menginfeksi 90 ribu orang dan bisa diprediksi kematian global akibat covid-19 mencapai 100.000 per minggu.

Meski dengan adanya vaksin bisa sedikit meredakan. Namun, tetap ada kemungkinan orang yang divaksin akan terpapar virus tersebut karena kekebalan tubuhnya belum terbangun.

 

Kematian Covid-19 Jatim Tertinggi

Contoh nyata, Kasus kematian akibat Covid-19 di Indonesia bertambah 171 orang sehingga totalnya menjadi 27.835 orang pada Minggu (24/1/2021).

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, Jawa Timur menjadi provinsi yang melaporkan kasus kematian tertinggi yakni, 56 orang. Kemudian, kasus meninggal di DKI Jakarta bertambah 39 orang.

Dengan laporan tersebut, secara kumulatif kasus meninggal di Jawa Timur sebanyak 7.381 sedangkan DKI Jakarta 3.988 kasus. Jawa Timur menjadi provinsi dengan tingkat kematian Covid-19 tertinggi secara akumulatif.

Bagi Jawa Timur, tingkat kematian akibat Covid-19 di Jatim, mencapai 7,2 persen, sangat tinggi dibanding negara maju lainnya. Hal ini diungkapkan Ketua IDI Jawa Timur, Dr. dr. Sutrisno, SpOG (K), yang dirilis awal Januari 2021 lalu.

Sutrisno menjelaskan provinsi Jawa Timur dengan penduduk sekitar 40 juta lebih, kasus Covid-19 terus melaju, angka kesembuhan tinggi, namun angka kematian tinggi.

"Secara umum angka kematian sekitar 7,2 persen, sementara angka kematian di RS rujukan bisa mencapai 10 persen," tulisnya dalam publikasinya.

Sutrisno melanjutkan angka ini sangat tinggi dibandingkan dengan negara lain. Di negara maju, angka kematian di bawah 1 persen. Kondisi di Jawa Timur/Indonesia mempunyai kemiripan dengan Indonesia, negara-negara Amerika Latin, dan Afrika.

Fakta ini cukup menyedihkan bagi para praktisi kesehatan, karena banyak variabel yang harus mendapat pembenahan, berupa menekan jumlah kasus positif di masyarakat, memperbaiki sistem rujukan, memperbaiki fasilitas pelayanan di rumah sakit serta protokol pengobatan, dan berbagai variabel lain yang berpengaruh langsung dan tak langsung terhadap keberhasilan pengobatan Covid-19.