Kementan Pastikan Harga Cabe Segera Turun Bulan Depan

Harga cabe akan turun dan stabil. SP/ JKT

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian Agung Hendriadi terus berupaya dalam menstabilkan harga komoditas utama. Hal ini turut dilakukan pada komoditas cabai, sehingga harga cabai dipastikan akan segera turun, baik dari sisi produsen maupun dari sisi konsumen. Bahkan pemerintah sudah melakukan perhitungan-perhitungan sampai bulan Mei atau setelah Lebaran.

Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS) hingga Kamis (8/4), harga rata-rata cabai rawit merah masih berkisar Rp 85.650 per kg, harga cabai rawit hijau Rp 62.650 per kg, harga cabai merah besar Rp.51.450 per kg, dan harga cabai merah keriting Rp 50.800 per kg.

Sementara, khusus di DKI Jakarta, harga cabai rawit merah Rp 86.650 per kg, cabai rawit hijau Rp 60.000 per kg, cabai merah besar Rp 63.350 per kg dan harga cabai merah keriting Rp 55.000 per kg.

Dalam melakukan intervensi Perhitungan tersebut pemerintah memobilisasi stok pangan dari sentra produksi sampai ke pasar. "Begitu juga dengan komoditas cabai yang naik karena faktor cuaca. Kami intervensi sehingga masyarakat bisa membelinya dengan harga yang murah. Dan kami pastikan dalam waktu dekat ini harga cabai akan turun," katanya.

Di samping itu, pemerintah secara rutin memonitor situasi dan pergerakan harga di lapangan yang dilakukan selama dua minggu sekali. Hasil pemantauan ini selanjutnya dicocokkan dengan data yang dimiliki Badan Pusat Statistik.

"Oleh karena itu, segala macam upaya kami lakukan. secara kontinyu kami melakukan pertemuan rutin dan melakukan intervensi antar lembaga pemerintah, sehingga kenaikan yang terjadi tidak lebih dari 10 persen," katanya.

Abdullah mengungkapkan harga cabai rawit merah mulai turun disebabkan karena panen raya mulai bergulir. Stok cabai rawit merah kini mulai masuk.

"Harga cabai rawit merah turun Ini karena stok sudah mulai masuk. Saat ini panen raya sudah bergulir, walaupun belum bisa mencapai harga normal," ujarnya.

Pemerhati masalah pangan IPB sekaligus Ketua Asosiasi Bank Benih dan Teknologi Tani Indonesia (AB2TI) Dwi Andreas Santoso mengatakan bahwa dalam waktu dekat kondisi harga komoditas cabai di pasaran secara perlahan akan berangsur turun.

"Sebenarnya tidak ada kaitannya dengan Ramadhan atau Lebaran. Kenaikan ini hanya siklus musiman biasa akibat cuaca ekstrem. Dan kalau kita perhatikan saat ini nampaknya mulai kembali normal," kata dia. Dsy16