Kenaikan Cukai Rokok Dapat Menimbulkan Rokok Ilegal

author surabayapagi.com

- Pewarta

Kamis, 14 Sep 2023 17:25 WIB

Kenaikan Cukai Rokok Dapat Menimbulkan Rokok Ilegal

i

Kepala Kantor Wilayah Bea dan Cukai Jawa Timur I, Untung basuki.

SURABAYAPAGI.COM, Sidoarjo - Kepala Kantor Wilayah Bea dan Cukai Jawa Timur I mengatakan bahwa penurunan konsumsi golongan I akan lebih signifikan jika dibandingkan golongan II dan III. Dirinya mengatakan bahwa Jika Cukai dinaikkan akan memperbesar timbulnya rokok ilegal.

"Perhatian kita adalah apakah struktur tarif itu sudah dalam posisi yang dioptimalisasi. Artinya. Jika dinaikkan lagi malah justru akan menimbulkan rokok ilegal," jelas Untung.

Baca Juga: Kenaikan Cukai Rokok 10% Bakal Kerek Tingkat Inflasi yang Tinggi

Ia juga menambahkan bahwa jika Golongan I terlalu tinggi maka konsumen akan berpindah ke Golongan 2 dengan tarif cukai yang relatif rendah.

"Atau karena Golongan I sudah terlalu tinggi maka mereka cenderung untuk Golongan 2 yang tarif cukainya relatif lebih rendah," imbuhnya.

Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan (DJBC Kemenkeu) mencatat bahwa penerimaan cukai hasil tembakau (CHT) hingga akhir Agustus 2023 adalah Rp 126,8 triliun.

Baca Juga: Cukai Hasil Tembakau Resmi Naik 10% per Januari 2024

Direktur Komunikasi dan Bimbingan Pengguna Jasa DJBC, Nirwala Dwi Heryanto, mengatakan bahwa angka realisasi tersebut setara dengan 54,53 persen dari target total CHT APBN 2023 sebesar Rp 232,5 triliun.

"Capaian penerimaan cukai HT sampai dengan Agustus sebesar Rp 126,8 triliun atau 54,53 persen," kata Nirwala dalam Press Tour Kementerian Keuangan (Kemenkeu) di Sidoarjo, Jawa Timur, Rabu (13/9/2023).

Realisasi penerimaan CHT tercatat mengalami penurunan sebesar 5,82 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada 2022, yakni Rp134,65 triliun. Namun, Nirwala mengatakan realisasi cukai hasil tembakau pada akhir 2023 diperkirakan bakal mencapai Rp 218,1 triliun atau 93,8 persen dari target APBN 2023.

Baca Juga: Satpol PP Jombang Beri Edukasi Rokok Ilegal ke PKL dan Ojol

"Target APBN 2023 untuk total cukai Rp245,5 triliun, hasil tembakau Rp232,5 triliun. Berdasarkan outlook laporan semester I-2023 untuk cukai HT sebesar Rp 218,1 triliun atau 93,8 persen dari target APBN," papar Nirwala.

Berdasarkan outlook tersebut, target penerimaan CHT tidak akan tercapai pada akhir 2023. Menurut Nirwala, ada sejumlah faktor yang mempengaruhi target penerimaaan CHT 2023, yakni downtrading ke Golongan II, peralihan konsumsi rokok dari konvensional ke elektrik, dan maraknya peredaran rokok ilegal.
Sebagai informasi, downtrading adalah fenomena peralihan konsumen ke produk rokok yang lebih murah. sdo-01/Acl

Editor : Redaksi

BERITA TERBARU