Kenali Waktu Terbaik Berjemur untuk Tangkal Covid-19

Kegiatan rutinitas berjemur di pagi hari. SP/SBY

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Kebiasaan berjemur matahari bisa jadi aktivitas yang baik untuk kesehatan karena membantu tubuh memproduksi vitamin D dan dipercaya dapat membantu meningkatkan imunitas untuk mencegah paparan virus Corona di tengah pandemi.

Menurut dokter spesialis kulit dan staf pengajar di Departemen Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin FK UNPAD/RS Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, dr R.M. Rendy Ariezal Effendi, SpDV, sebenarnya tujuan utama seseorang berjemur adalah untuk mendapatkan vitamin D yang baik untuk daya tahan tubuh.

"Kalau tujuannya untuk mendapatkan vitamin D, anjuran berjemur di atas jam 10 bisa saja dilakukan. Tapi dari sisi kesehatan kulit, ada risikonya," kata dr Rendy, Rabu (21/7/2021).

dr Andhika mengingatkan bahwa berjemur bukan satu-satunya cara mendapatkan asupan vitamin D. Asupan nutrisi yang baik sangat diperlukan supaya kebutuhan vitamin D dalam tubuh bisa terpenuhi. Sumber vitamin D itu misalnya ikan laut, seafood, putih telur, keju, susu, bahkan melon.

Berjemur di atas jam 10, di satu sisi dipercaya memberikan paparan ultraviolet B (UVB) maksimal. Sebab, paparan UVB yang dibutuhkan oleh tubuh untuk meningkatkan kadar vitamin D dalam tubuh. Mesk begitu, UV Index (UVI) umumnya sudah tinggi pada jam tersebut.

Sedangkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dalam panduannya yang terbaru memprediksi indeks UV di wilayah Indonesia. Ini bisa jadi pedoman untuk orang-orang yang ingin tahu waktu berjemur.

Di jam 10 pagi, sebagian besar wilayah di Indonesia sudah masuk ke warna skala merah dengan UV Index berada di 8-10. Artinya, risiko bahaya terpapar matahari tanpa pelindung sangat tinggi. Perlu untuk melakukan tindakan pencegahan ekstra karena kulit dan mata dapat rusak hingga terbakar dengan sangat cepat.

Sementara UV Index per hari ini menunjukkan waktu yang aman untuk berjemur ada di rentang pukul 7 hingga 9 pagi. Beberapa wilayah di Indonesia di jam tersebut masih aman untuk berjemur.

Kurang paparan sinar matahari dapat menyebabkan kondisi gangguan yang dikenal dengan Seasonal Affective Disorder (SAD). SAD adalah depresi umum ringan yang dapat terjadi pada orang-orang yang bekerja berjam-jam di gedung perkantoran dan jarang keluar ruangan untuk berjemur.

Maka dari itu, manfaat berjemur di bawah sinar matahari pagi berikutnya adalah mengurangi stres. Hasil studi melaporkan bahwa orang-orang yang berjemur di bawah sinar matahari pagi dapat terhindar dari stres. Pasalnya, sinar matahari memicu otak untuk melepaskan hormon serotonin, yakni suatu hormon yang bisa meningkatkan suasana hati dan memberikan perasaan tenang. Dsy2