Kenikmatan Sui Mie, Mie Goreng Ala China

Siu mie. SP/CH

SURABAYAPAGI.com, China - Menyantap siu mie saat perayaan Imlek merupakan hal yang wajib. Ada filosofi penting dalam budaya China tentang tradisi menyantap siu mie tersebut.

Dalam catatan tertua tertulis mengenai mie berasal dari Dinasti Han Timur sekitar tahun 200 SM, dan pada tahun 2005 arkeolog menemukan mie tertua di dunia di Cina. Mie tersebut berusia sekitar 4.000 tahun. Jadi bukti yang ada sekarang menunjukkan bahwa penduduk China kuno juga menjadi salah satu bangsa pertama yang menghasilkan mie, meskipun masih ada pertanyaan apakah bangsa Cina memperoleh teknologi mie dari Timur Tengah masih menjadi bahan perdebatan, Jumat (18/6/2021).

Empat ribu tahun yang lalu, beberapa bencana besar menyapu kota Lajia di Sungai Kuning dengan kecepatan dan kekuatan yang dahsyat. Gempa bumi dan banjir dari luapan air sungai tidak hanya menghancurkan kota tetapi juga ikut berperan dalam melestarikan beberapa helai mie kuning panjang dalam endapan lumpur. Ketika mie itu ditemukan pada tahun 2005, keberadaannya cukup memberikan keyakinan untuk mengakhiri argumen tentang siapa yang berhak mengklaim penemu mie untuk pertama kalinya.

Dalam perayaan Imlek ada banyak tradisi yang sudah dijalankan sejak turun-temurun. Salah satu tradisi yang populer adalah menyantap siu mie. Siu mie merupakan mie goreng.

Menyantap siu mie dalam perayaan Imlek merupakan hal yang wajib karena memiliki makna positif yang menjadi harapan semua orang. Dalam menyantapnya pun ada tata cara agar harapan baik tersebut dapat terwujud.

Selain makanan dari olahan unggas, daging dan ikan, saat Imlek juga harus menyediakan makanan yang dikenal dengan sebutan siu mie. Setiap keluarga yang merayakan Imlek wajib menyajikan hidangan tersebut di meja makan mereka.

Dalam budaya Cina, mie merupakan simbol umur panjang. Untuk itu, mie secara tradisional disajikan pada ulang tahun dan pada Tahun Baru Cina sebagai lambang umur panjang. Versi Cina kue ulang tahun adalah mie ulang tahun.

Di Jepang, mie dimasukkan ke dalam upacara minum teh Jepang, dan pembuatan mie dianggap bentuk seni. Mie menjadi lebih penting di Jepang setelah Perang Dunia II, ketika kekurangan pangan merajalela dan makanan kering seperti mie menjadi satu-satunya item makanan yang tersedia.

Di hampir setiap budaya Asia, mie berhubungan dengan kesejahteraan dan kehidupan yang panjang dan dapat dianggap sebagai kenikmatan makanan Asia.

Mie panjang yang dibuat dan dinikmati saat perayaan Imlek juga memiliki arti tersendiri. Ukurannya yang panjang dapat memberikan harapan positif, salah satunya umur yang panjang, mulur dan enak. Dsy17