Kerusakan Jalan Menjadi Prioritas Perbaikan Pemkab Gresik

Gus Yani berdialog serius dengan Kadis PUTR dan pengurus AKD mengenai penanganan jalan kabupaten dan poros desa. SP/Grs

SURABAYAPAGI.COM, Gresik - Persoalan jalan rusak di wilayah Kabupaten Gresik menjadi perhatian serius Bupati Fandi Akhmad Yani. Data yang disampaikan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) menyebutkan, ada 122 ruas jalan dengan total 512,16 km berstatus jalan kabupaten yang 25 persen diantaranya mengalami kerusakan dengan kategori ringan maupun berat.

Sementara ruas jalan poros desa dan jalan lingkungan tercatat ada 212 ruas dan 36 persen diantaranya mengalami kerusakan dengan kategori ringan maupun berat.

Karena itu, bupati bersama DPUTR  Gresik melakukan pertemuan dengan perwakilan kepala desa melalui ketua AKD kecamatan dan juga para camat. Ini sebagai langkah pemerintah daerah dalam upaya sinkronisasi bersama dengan pemerintah desa terkait kewenangan dan skema yang akan dijalankan.

"Kita tahu bahwa antara pemerintah daerah dan pemerintah desa memiliki kewenangan masing-masing. Sehingga perlu adanya sinkronisasi antara pemerintah daerah dan pemerintah desa," kata Gus Yani, panggilan karib bupati.

Melihat dari jumlah kerusakan jalan yang ada, DPUTR melakukan simulasi kebutuhan anggaran yang ditaksir membutuhkan dana sekitar Rp2,1 triliun. Dengan skema meliputi peningkatan kemantaban ruas jalan kabupaten, peningkatan akses dengan memperhatikan sektor ekonomi, pariwisata dan industri serta peningkatan konektivitas antar wilayah.

Melihat dari simulasi itu, Gus Yani mengatakan bahwa penanganan perbaikan jalan ini tidak serta merta tuntas dalam jangka waktu dekat. Namun hal ini membutuhkan sistem perbaikan berkelanjutan.

"Melihat besarnya kebutuhan anggaran, tidak mungkin perbaikan ini tuntas dalam jangka waktu yang pendek dengan keterbatasan anggaran yang ada. Maka kita lihat skala prioritas dengan alokasi anggaran sebesar kurang lebih Rp300 miliar per tahun," kata Gus Yani.

Sementara itu, untuk perbaikan jalan poros desa, bisa menggunakan dana yang bersumber dari dana BK yang dioptimalkan untuk desa-desa.

Selain itu, Gus Yani juga meminta DPUTR untuk melakukan pemetaan titik ruas jalan mana yang dilakukan pengaspalan dan titik ruas jalan mana yang dibeton. "Skema ini untuk peningkatan akses bagi wilayah yang bergerak di sektor industri, pariwisata atau kegiatan ekonomi lainnya," katanya.

Gus Yani juga meminta DPUTR, AKD dan Camat untuk melakukan diskusi dan pemetaan untuk menentukan skala prioritas. "Perbaikan ruas jalan yang tidak masuk dalam skala prioritas, saya minta untuk dilakukan pemetaan dan dimasukkan dalam skala populis. Maka DPUTR, AKD dan camat segera lakukan pertemuan dan lakukan diskusi lanjutan," pungkasnya.

Gus Yani juga meminta kepada masyarakat untuk bersabar atas kondisi yang ada saat ini. Namun dirinya berkomitmen bahwa perbaikan jalan ini dapat segera terealisasi. grs