Kesbangpol Gresik Getol Sosialisasi Perda Toleransi ke Masyarakat

Suasana sosialisasi Perda Nomor 16/2020 di Aula Pertemuan Kantor Kecamatan Kebomas, Kamis (17/6). SP

SURABAYAPAGI.COM, Gresik - Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik, Perlindungan Masyarakat (Kesbangpol dan Linmas) Gresik kembali menggelar kegiatan sosialisasi Perda Nomor 16 Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Toleransi Kehidupan Bermasyarakat di Kabupaten Gresik.

Sosialisasi yang digelar di Aula Pertemuan Kecamatan Kebomas pada Kamis (17/6) pagi dihadiri para lurah dan kades se-Kecamatan Kebomas, serta tokoh masyarakat setempat. 

Dalam sambutan pembukaan, Kepala Kantor Kesbangpol dan Linmas Gresik Darman mengatakan, kegiatan sosialisasi ini sengaja digelar agar perda baru yang mengatur tentang kehidupan bertoleransi ini segera diketahui oleh semua lapisan masyarakat.

"Perda ini bertujuan memelihara kehidupan masyarakat yang rukun, aman, tentram, damai dan sejahtera, serta mencegah perkembangan sikap intoleransi yang dapat berpotensi menimbulkan konflik," ujar Darman.

Pada kegiatan sosialisasi kali ini dihadirkan tiga narasumber. Dua diantaranya adalah anggota DPRD Gresik dari Komisi 1 yang membidangi hukum dan pemerintahan. Yakni, Jumanto dan Lusi Kustianah. Seorang lagi adalah Dr Muchammad Toha yang kini menduduki jabatan Kepala Badan Diklat Denpasar.

Menurut Dr Muchammad Toha dalam paparannya, kehidupan toleransi bagi masyarakat Gresik bukanlah barang asing. Karena sejak zaman dahulu masyarakat Gresik dikenal sebagai masyarakat yang sangat menghargai perbedaan, baik perbedaan suku, etnis maupun agama.

"Tokoh-tokoh besar dalam sejarah Gresik, seperti yang dikenal seperti Kanjeng Sunan Giri bukanlah tokoh kelahiran Gresik tapi asli dari Blambangan Banyuwangi. Masyarakat Gresik tidak menyoal asal daerah beliau, tapi beliau sangat dihargai sebagai tokoh yang sudah mengharumkan nama Gresik, sebagai penyebar Islam di Tanah Jawa," ujar Toha, pria kelahiran Gresik.

Mengapa masyarakat Gresik dikenal sangat toleransi dalam banyak perbedaan? "Karena masyarakat Gresik banyak mendiami kawasan pesisir, sehingga dikenal sangat terbuka dengan masyarakat pendatang yang berbeda suku, etnis maupun agama," ungkap Toha.