Ketua Aliansi Indonesia (AI) Buka Suara Terkait Buruknya Sistem Pelayanan di SOPD Kab Sumenep

Abdullah Affas Ketua Aliansi Indonesia (AI) Kab. Sumenep. SP/Ainur Rahman

SURABAYAPAGI.COM, Sumenep - Tagline Bupati Sumenep " Bismillah Melayani" terus dìpertanyakan oleh banyak kalangan, apalagi di masa pandemi covid 19 ini, pelayanan yang berkaitan langsung dengan banyak orang seperti di RSUD dan Puskesmas.

Menurut Ketua Aliansi Indonesia (AI) kab. Sumenep Abdullah Affas, “Lemahnya pelayanan ini berangkat dari keluhan masyarakat Lenteng terkait pelayanan di Puskesmas Lenteng yang kurang memperhatikan pasien dan lebih mementingkan administrasi, padahal seharusnya pelayanan itu dikedepankan masalah pemberkasan kan bisa menyusul,” tegasnya kepada Surabaya Pagi, Selasa (22/6).

"Sangat ironis sekali, ketika pelayanan tak memberikan contoh tiga S, yakni salam, senyum, dan sapa, hal ini berlaku di semua SOPD di lingkungan pemerintahan (pemkab) Sumenep," imbuhnya. 

Tidak hanya itu ,  mengingat pelayanan itu penting maka perlu adanya pembinaan terhadap karyawan pekerja Harian lepas (PHL)  atau pun Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk mencerminkan perilaku yang baik,  tentang bagaimana cara memperlakukan tamu yang sedang berkunjung ke kantor, berkomunikasi dengan baik dan santun, bukan asal ngomong seenaknya tanpa memperhatikan tata krama dan kesopanan.

Kata  Affas panggilan akrabnya, dirinya mengaku sangat kecewa dengan pelayanan di RSUD Moh. Anwar dan Puskesmas dan ini hampir di semua Kab. Sumenep, sebab kata dia, pihaknya selaku Ketua Aliansi Indonesia di Sumenep sering mendapat keluhan dari warga baik didaratan maupun di kepulauan yang ada di Kab. Sumenep.

"Saya sering mendapat laporan dari warga baik daratan maupun kepulauan, beberapa hari kemarin ada warga asal Kalianget dan Kepulauan Arjasa Kangean terkait buruknya  pelayanan di bidang kesehatan baik di RSUD kab. Sumenep, maupun di Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Puskesmas lenteng,” tegasnya.

Tidak hanya itu, buruknya pelayanan ini menimbulkan keresahan, seperti yang terjadi di  RSUD Moh. Anwar yang sempat viral melalui video antara warga Kalianget dan satpam RSUD yang cekcok mulut karena tidak diperkenankan mengantarkan bekal ke keluarga pasien.

Kemudian, di lingkungan Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Puskesmas di kecamatan Lenteng yang diduga lebih mengedepankan kepentingan administrasi dan abaikan keselamatan pasien, ini menjadi agenda utama untuk diluruskan mengingat pelayanan publik bersifat kemanusiaan.

Sementara kepala Dinas Kesehatan Kab. Sumenep, Agus Mulyono, mengatakan akan memberikan teguran kepada kepala Puskesmas Lenteng, terkait laporan yang diterima Aliansi Indonesia

"Baik, saya akan tindaklanjuti, dan akan memberikan peringatan terkait pelayanan di puskesmas, tidak hanya itu saja, melainkan puskesmas yang ada di Kab. Sumenep yang memang menjadi binaan Dinas Kesehatan kab Sumenep," jelasnya. AR