Ketua DPRD Kota Surabaya: HUT Kemerdekaan Indonesia Mengawal Agenda Kerakyatan

Ketua DPRD Kota Surabaya Adi Sutarwijono, saat usai mengikuti upacara HUT RI di Balai Kota Surabaya bersama Pimpinan dan Anggota Dewan yang lain

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - “DIRGAHAYU Kemerdekaan Republik Indonesia ke-77! Selamat merayakan dengan penuh hikmat dan kegembiraan.” Disampaikan Adi Sutarwijono, Ketua DPRD Kota Surabaya, usai  mengikuti upacara HUT RI di Balai Kota Surabaya bersama pimpinan dan anggota Dewan yang lain. 

Tahun ini, HUT RI ke-77 dengan tema: pulih lebih cepat, bangkit lebih kuat. Tema yang kontekstual dengan kondisi masyarakat saat ini, setelah 2 tahun dirundung pandemi Covid-19 dengan berbagai pembatasan sosial. 

Sejak awal bulan Agustus, sudah bergeliat aneka kegiatan menyambut momen peringatan ketika Bung Karno dan Bung Hatta membacakan proklamasi kemerdekaan pada 17 Agustus 1945, di Jalan Pegangsaan Timur, Jakarta. Ketika bendera pusaka Merah Putih dikibarkan dengan penuh khidmat. 

Masyarakat antusias, semangat, menyemarakkan agenda-agenda  peringatan kemerdekaan. Semua kampung berbenah dan dipercantik. Digerakkan dengan semangat gotong royong. Berbagai lomba digelar, diikuti anak-anak hingga orang tua bergembira. 

Pada 16 Agustus malam, semua kampung di Surabaya menggelar tasyakuran di tempat masing-masing yang dihadiri warga kampung. Guyub dan rukun. 

Optimisme kebangkitan mewarnai perayaan kemerdekaan tahun ini. Pemulihan di semua sektor kehidupan, terutama kehidupan ekonomi rakyat terus dipacu tumbuh. Terutama usaha kecil, mikro dan menengah. 

Di bulan Agustus ini, DPRD Kota Surabaya telah menyelesaikan KUA PPAS 2023, yang menjadi acuan Rancangan APBD tahun 2023. Total anggaran Rp 11,2 triliun, atau naik hampir Rp 1 triliun dari APBD 2022 yang senilai Rp Rp 10,3 triliun. 

Kesepakatan KUA PPAS 2023 ditetapkan 12 Agustus 2022, antara DPRD dan Wali Kota Eri Cahyadi, dalam rapat paripurna DPRD Kota Surabaya. 

Kemudian KUA PPAS APBD Perubahan tahun 2022, tengah dibahas mulai Senin 15 Agustus lalu. Diperkirakan disahkan pada 25 Agustus. Diharapkan, Pemkot Surabaya bisa melaksanakan kegiatan lebih baik, lebih optimal, dan tepat sasaran. 

“Tahun 2023, pendapatan diproyeksikan naik Rp 500 miliar, dengan mengintensifkan potensi-potensi daerah. Kenaikan dipakai untuk membiayai berbagai program kegiatan pro-rakyat, yang berpihak pada upaya-upaya pemulihan kehidupan,” kata Adi Sutarwijono, Ketua DPRD Kota Surabaya. 

 

Di sektor pendidikan, kata Adi, Dewan minta kepada Pemkot Surabaya agar terus meningkatkan kualitas pelayanan dan akses bagi warga tidak mampu atau MBR. “Kita tidak ingin ada anak-anak Surabaya tidak bisa sekolah, yang tidak bisa menikmati jenjang pendidikan SD dan SMP, karena kesulitan biaya,” kata Adi. 

Itu sebabnya bidang pendidikan selalu menyedot alokasi anggaran paling tinggi, tahun anggaran 2022 sebesar 21 persen, atau Rp 2,1 triliun. “Negara harus hadir menyelesaikan masalah warganya di sektor pendidikan,” katanya. 

Pemkot Surabaya juga diminta membenahi kebijakan pemberian seragam gratis bagi siswa SD/SMP yang MBR, negeri dan swasta. Agar tepat waktu realisasinya dan berkualitas. “Sehingga membuat para pelajar kita optimis, wajah berseri-seri, gumuyu, memasuki tahun ajaran baru dengan pembelajaran tatap muka,” lanjutnya. 

Tahun 2022, pelajar SMA/SMK/MA, dari negeri swasta, dari keluarga MBR atau tidak mampu, diberikan beasiswa Rp 200 ribu per bulan. Mencakup 13.500 pelajar. Tahun 2023, pemberian beasiswa diubah menjadi bantuan pendidikan untuk 25 ribu pelajar SMA/SMK/MA. “Kita minta syarat dan sistem dipermudah, sosialisasi diperluas, sehingga jumlah pelajar penerima manfaat bisa maksimal,” kata Adi. 

Begitu juga dalam bidang kesehatan. Akses dan pelayanan  bagi warga tidak mampu, harus semakin diperluas dan ditingkatkan. Tahun 2023, akan dibangun rumah sakit di kawasan Surabaya timur, dengan nilai Rp 507 miliar. Harus selesai awal 2025. “Supaya akses kesehatan warga di kawasan timur lebih mudah terjangkau,” kata Adi. 

Begitu juga RS BDH yang melayani warga Surabaya barat, terus dilakukan penguatan sarana dan prasarana. “Sehingga warga Surabaya barat semakin  menikmati pelayanan kesehatan yang memadai,” kata Adi. 

Pada pembangunan infrastruktur, Dewan meminta Pemkot mempercepat realisasi berbagai usulan pembangunan masyarakat: pavingisasi, perbaikan saluran air, penerangan jalan umum, perbaikan jalan, pencegahan ancaman banjir. 

“Kita harus terus kawal, agar realisasi pembangunan infrastruktur semakin cepat, menyentuh kebutuhan masyarakat di berbagai kampung dan kawasan,” kata Adi. 

Menyambut HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-77, Kota Surabaya terus berbenah. Didirikan rumah-rumah padat karya, yang atas inisiatif Wali Kota Eri Cahyadi, untuk menekan angka pengangguran dan penyediaan kesempatan kerja. DPRD berharap, warga masyarakat dapat menambah pendapatan keluarga, sekaligus menekan angka kemiskinan. 

Pertumbuhan ekonomi terus dipacu. Dana APBD untuk memicu pergerakan ekonomi di masyarakat. Belanja barang dan jasa, sekitar 40 persen atau Rp 2 triliun, harus dialokasikan untuk UMKM. “Diharapkan hingga akhir tahun 2022, pertumbuhan ekonomi Surabaya mencapai 7 persen atau lebih,” kata Adi. 

DPRD Kota Surabaya terus mengawal pemanfaatan APBD untuk agenda-agenda kegiatan pro-rakyat. Dengan anggaran cukup besar, apalagi di tahun 2023 diproyeksikan naik Rp 1 triliun, DPRD optimis bakal menyentuh warga masyarakat pinggiran dan tidak mampu. 

Bahwa negara hadir nyata untuk menyelesaikan problem-problem krusial rakyat. Dan, sebaliknya, masyarakat Surabaya semakin merasakan makna kemerdekaan yang sejati. Merdeka yang sejati-jatinya merdeka. 

“Sekali merdeka tetap merdeka! Dirgahayu Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-77. Jayalah selalu Indonesia Raya!” kata Adi Sutarwijono. 

“Kita kenang pengabdian para pejuang dan pahlawan. Kita panjatkan doa-doa terbaik pada Tuhan YME. Semoga semua kusuma bangsa beristirahat dalam kedamaian abadi, dan mendapat tempat terbaik yang mulia di sisi-Nya. Dan, kita pun diberi kekuatan untuk mewarisi api perjuangan para pahlawan,” kata Adi. Alq