Khofifah Masih Menjadi Top of Mind di Masyarakat

Gubernur Khofifah saat melakukan misi dagang di Riyadh, Arab Saudi, pada 28 November 2022 lalu.

Dari Hasil Survei, Masih Diinginkan Jadi Gubernur Jatim 2024

 

 

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Meskipun nama Khofifah Indar Parawansa masuk dalam bursa calon Presiden di beberapa lembaga survei. Namun, nama Khofifah masih diinginkan untuk menjadi Gubernur Jawa Timur dalam Pilgub Jatim 2024 mendatang.

Hal ini terlihat dari hasil survei dari Lembaga Accurate Research And Consulting Indonesia (ARCI) yang memaparkan hasil survei tingkat elektabilitas calon yang berpotensi Pilgub Jatim 2024 mendatang.

Artinya, masyarakat Jawa Timur masih menginginkan Khofifah Indar Parawansa untuk memimpin Jawa Timur di periode keduanya kedepan.  "Saat ini, elektabilitas Khofifah masih dominan, belum ada calon atau nama lain yang mendekati elektabilitas Khofifah," kata Direktur ARCI, Baihaki Sirajt kepada wartawan di Surabaya, Rabu (30/11/2022).

Dari survei tersebut yang menarik adalah elektabilitas mantan Sekdaprov Jatim Heru Tjahjono yang terus merangkak naik. Mantan Bupati Tulungagung dua periode ini mengalami kenaikan dibandingkan survei sebelumnya.

Dari angka 2,25 persen pada survei awal Juli 2022, meningkat menjadi 4,30 persen pada September 2022, kini naik lagi menjadi 5,1 persen di November 2022.

Elektabilitas Heru ini ternyata mengungguli elektabilitas lima ketua partai tingkat Jatim dan empat kepala daerah.

Mereka adalah Ketua PKB Jatim Abdul Halim (3,2 persen), Ketua Golkar Jatim Sarmuji (4,1 persen), Ketua PDIP Jatim Kusnadi (1,8 persen), Ketua PKS Jatim Irwan Setiawan (0,9 persen) dan Ketua PPP Jatim Mundjidah Wahab (0,4 persen).

Sedangkan, empat kepala daerah yang kalah elektabilitas dengan Heru Tjahjono adalah Wali Kota Pasuruan Saifullah Yusuf (3,9 persen), Bupati Sumenep Achmad Fauzi (1,9 persen), Bupati Lumajang Thoriqul Haq (0,5 persen), dan Bupati Jombang Mundjidah Wahab (0,4 persen).

Sementara itu, ARCI juga membuat simulasi pasangan calon gubernur (cagub)-calon wakil gubernur (cawagub). hasilnya, dipasangkan dengan siapapun, Khofifah selalu unggul.

Salah satunya saat diduetkan dengan Ketua Fraksi Gerindra DPRD Jawa Timur M Fawait. Elektabilitas Khofifah-Fawait menyentuh angka 41,6%. Pasangan Khofifah-Gus Fawait unggul atas Emil Elestianto Dardak-Anik Maslachah yang meraih 21,7%. Tetapi, masih ada 36,7% publik yang belum menjawab.

"Memang Khofifah ini masih menjadi top of mind ya di masyarakat dan tidak dimungkiri elektabilitasnya jauh meninggalkan nama-nama lain. Saat dipasangkan dengan Gus Fawait, juga sangat tinggi, unggul dari pesaingnya," kata Direktur ARCI Baihaki Siraijt, Rabu (30/11/2022).

Selain diduetkan dengan Gus Fawait, ARCI juga menduetkan Khofifah dengan Bupati Sumenep Ahmad Fauzi. Hasilnya, elektabilitas Khofifah-Fauzi berada di angka 41,3% unggul atas simulasi pasangan lain yakni Emil Dardak-Eri Cahyadi yang meraih 19,5% dan Saifullah Yusuf-Azwar Anas yang meraih 15,7%. Tetapi, masih ada 23,5% publik yang belum menjawab.

Sementara, lanjut Baihaki, ketika nama Khofifah dihilangkan dalam Pilgub Jatim, tidak ada pasangan yang dominan unggul dalam simulasi. Contohnya saat petahana Wagub Jatim Emil Dardak diduetkan dengan Ketua Gerindra Jatim Anwar Sadad, elektabilitasnya hanya 19,7%.

Emil-Sadad unggul tipis dari simulasi calon lain Sarmuji-Heru Tjahjono yang meraih elektabilitas 16,5%, Tri Rismaharini-Abdul Halim Iskandar yang meraih 15,4%, dan yang belum menjawab masih 48,4%.

Untuk diketahui, survei ARCI dilakukan pada 10-20 November 2022. ARCI menggunakan metodologi multistage random sampling dengan 1.200 responden. Survei ini memiliki margin of error sebesar 2,8 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

 

Berikut hasil survei ARCI elektabilitas calon yang berpotensi mengikuti Pilgub Jatim 2024:

  1. Khofifah Indar Parawansa: 37,5 persen
  2. Emil Elestianto Dardak: 12,2 persen
  3. Tri Rismaharini: 5,1 persen
  4. Saifullah Yusuf: 3,9 persen
  5. Anwar Sadad: 6,9 persen
  6. Abdul Halim Iskandar: 3,2 persen
  7. Bambang DH: 4,3 persen
  8. Azwar Anas: 5,7 persen
  9. Sarmuji: 4,1 persen
  10. Puti Soekarno: 1,2 persen
  11. Kusnadi: 1,8 persen
  12. Thoriqul Haq: 0,5 persen
  13. Heru Tjahjono: 5,1 persen
  14. Irwan Setiawan: 0,9 persen
  15. Fadhil Muzaki: 1,9 persen
  16. Achmad Fauzi: 1,9 persen
  17. Mundjidah Wahab: 0,4 persen

Tidak menjawab/Tidak Tahu: 3,4 persen. rko/rmc