Khofifah, Pahami Posisi Jatim di Bawah DKI Jakarta

Pertunjukan kembang api pada penutupan PON Papua di Stadion Lukas Enembe, Kompleks Olahraga Kampung Harapan, Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura, Papua, Jumat (15/10/2021). Sp/Waworuntu

Ketua Umum Koni Pusat Puas 35 Rekor Nasional Terpecahkan

 

 

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, memahami kedudukan kontingen PON Jatim di PON XX Papua yang tadi malam ditutup secara resmi oleh Wapres Mahruf A’min.

Gubernur perempuan pertama di provinsi Jawa Timur ini tidak mempersoalkan hasil tersebut. Bahkan, Khofifah juga mengaku puas atas capaian juara tiga di PON Papua. Sebab, perolehan 100 medali emas Jatim, sama besarnya dengan runner up DKI Jakarta.

"Saya puas. Jumlah emasnya sama dengan DKI, yakni 110 emas. Kita hanya kalah di perak saja," katanya, Jumat (15/10/2021).

Khofifah mengatakan, Jatim bisa meraih juara umum asalkan sejumlah cabang olahraga (cabor) andalan di pertandingkan. Setidaknya ada enam cabor unggulan Jatim yang tidak dipertandingkan di PON XX Papua 2021, yakni Bowling, Bridge dan Tenis Meja.

"Kita juga menghitung bagaimana selama empat tahun para atlet di enam cabor itu berlatih sama kerasnya. Tapi di titik akhir diputuskan pertandingan di enam cabor itu ditiadakan, ya sudah kita ikut keputusan nasional," katanya.

Kontingen Jawa Timur (Jatim) gagal memenuhi target sebagai juara umum di ajang Pekan Olagraga Nasional (PON) XX Papua. Berdasarkan klasemen akhir perolehan medali, Kontingen Jatim berada di urutan ketiga dengan perolehan 110 medali emas, 89 medali perak dan 88 medali perunggu.

Kontingen Jatim kalah dengan Jawa Barat dan DKI Jakarta yang masing-masing berada di peringkat pertama dan kedua. Jawa Barat memperolehan 133 medali emas, 105 medali perak, dan 115 perunggu. Sedangkan DKI Jakarta memperoleh 110 medali emas, 91 medali perak, dan 100 medali perunggu.

 

Kebangkitan Indonesia dari Pandemi

Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) menyatakan kesuksesan penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua pada 2-15 Oktober menjadi bukti persembahan masyarakat olahraga dari berbagai daerah untuk bangsa Indonesia.

“PON XX menjadi momentum persatuan Bangsa Indonesia oleh masyarakat Papua melalui olahraga prestasi. Itu membuktikan Papua bagian tidak terpisahkan dari Indonesia,” kata Ketua Umum KONI Pusat Marciano Norman dalam keterangan tertulis yang diterima Antara di Jayapura, Jumat.

Marciano mengatakan kesuksesan penyelenggaraan PON Papua juga menjadi momentum kebangkitan bangsa Indonesia dari pandemi COVID-19. “Kita sudah membuktikan di tengah pandemi COVID-19, para patriot olahraga tetap bisa berprestasi dan dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat,” katanya.

KONI juga mengapresiasi kerja sama berbagai instansi terkait kesuksesan penyelenggaraan PON Papua, termasuk pemerintah daerah dan Panitia Besar PON XX Papua yang dipimpin Gubernur Lukas Enembe.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada para perwakilan kontingen dari berbagai daerah yang berlaga di Papua.

 

35 Rekor Nasional Terpecahkan

Dari sisi prestasi, KONI mencatat terdapat sejumlah rekor nasional yang terpecahkan pada PON XX Papua, yaitu sebanyak 35 rekor nasional.

Rekor nasional itu terdiri dari tiga rekor pada cabang atletik, 17 rekor angkat besi, dua rekor renang, dua rekor menembak, dan 11 rekor angkat berat.

Kemudian, terdapat pula rekor PON yang mencapai 55, yaitu dari renang 26 rekor, atletik 12 rekor, angkat berat sembilan rekor, selam lima rekor, dan menembak tiga rekor.

Pada PON XX Papua, kontingen Jawa Barat meraih gelar juara umum dan mempertahankan kedudukan sebagai juara bertahan dengan koleksi 133 medali emas, 105 medali perak, dan 115 perunggu.

Kontingen DKI Jakarta menempati posisi kedua dengan perolehan 110 medali emas, 91 medali perak, dan 100 perunggu. Posisi ketiga ditempati Jawa Timur yang mengumpulkan 110 emas, 89 perak, dan 88 perunggu.

Sementara, tim tuan rumah Papua mengoleksi 93 medali emas, 66 medali perak, dan 102 perunggu. Tim Papua menempati posisi keempat. n pp, 03, arf, ant