Kodam V Brawijaya Koordinasi Vaksinasi Dosis Dua

Warga mengantre untuk mendapatkan vaksinasi Covid-19 di Kodam V Brawijaya, Senin (9/8/2021). Vaksinasi massal ini menargetkan 20 ribu penerima vaksin dosis kedua. SP/HO/Hum/Ant/Didik S.

Pemkot Bakal Gelar Vaksinasi Covid-19 Gabungan Antar Instansi

 

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Sebanyak 20 ribu vaksin disiapkan untuk memenuhi dosis kedua warga Surabaya. Maklum sejak Minggu lalu, stok di Surabaya sempat habis. Sehingga vaksinasi dosis dua terhambat dan terlambat diberikan.

Berkat, Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Suharyanto, akhirnya menyiapkan tiga tempat untuk pelaksanaan vaksinasi sejak Senin (9/8/2021). Ternyata kegiatan vaksinasi dengan sasaran cukup banyak. ”Hari ini (Senin kemarin, red) 20 ribu dibagi di 3 titik. Tempat cukup luas. Serentak puluhan ribu bisa dengan prokes. Ini vaksinasi dosis kedua,” jelas Mayjen Suharyanto.

Menurut dia, pelaksanaan vaksinasi kali ini dilaksanakan secara masif. “Ini vaksinasi dosis kedua,” beber Suharyanto.

Pangdam V menegaskan, pelaksanaan vaksinasi masal dosis kedua itu bukan hanya diselenggarakan Oleh Kodam V Brawijaya saja. Namun merupakan sinergi banyak pihak. ”Ini bukan Kodam v Brawijaya saja. tapi juga TNI AD, TNI AL, TNI AU, Forkopimda, Pemerintah Provinsi Jatim, dan Kota Surabaya. Melibatkan vaksinator dan personel pendukung. Polda Jatim dan kajati mengarahkan personel juga,” jelas Suharyanto.

 

Banyak yang Kecele

Sayangnya, pelaksanaan vaksinasi dosis kedua di Kodam V Brawijaya terjadi miskomunikasi. Banyak warga yang sudah antre sejak pukul 06:00 WIb, kecewa karena tidak bisa mengikuti vaksinasi di Kodam V Brawijaya.

Seperti Syamsudin bersama istrinya, yang sejak pukul 07.00 Wib, antre namun ditolak. Alasannya karena berasal dari Puskesmas Rangkah.

Padahal kata Syamsudin, dia bersama istrinya sudah waktunya untuk vaksin dosis ke dua dan setelah datang ke Puskesmas Rangkah, vaksin dikatakan habis dan disarankan datang ke Stadion Brawijaya, namun saat screening data tidak diperbolehkan untuk vaksin, dengan alasan di luar lokasi yang ditentukan.

Beberapa orang juga merasakan hal yang sama, seperti Suci yang semula ke Rumah Sakit DKT lalu disarankan ke Grand City kemudian ke Lapangan Kodam V Brawijaya, sayangnya sampai di sini juga ditolak.

Kerumunan di gerbang Stadion Brawijaya juga disebabkan informasi yang beredar luas, bahwa vaksin sinovac dosis kedua yang sebelumnya dilaksanakan di Grand City dapat dilayani di Lapangan Kodam V Brawijaya yang dilaksanakan hari ini, Senin (9/8/2021) ternyata juga ditolak membuat banyak warga yang kecewa.

 

Berdasarkan Undangan Kecamatan

Febria Rahmanita, Kepala Dinas Kesehatan Surabaya mengatakan, jika sasaran vaksinasi hari ini hanya melayani sesuai kecamatan yang sudah ditentukan. Kata Febria, peserta vaksin dosis kedua yang dosis pertamanya di Grand City, tidak dilayani di Lapangan Kodam V Brawijaya. “Vaksin di Kodam V Brawijaya diutamakan buat undangan di Gelora 10 Nopember saja. Dan hanya sehari,” kata Fenny, sapaan Febria.

Fenny menjelaskan, pelaksanaan vaksinasi Kodam V Brawijaya ada di dua lokasi. Pertama di Stadion Kodam V Brawijaya, yang sudah melaksanakan vaksin dosis pertama di GOR 10 Nopember Tambaksari Surabaya tanggal 6 Juli 2021, dan mendapatkan undangan.

Lainnya di Gedung Balai Prajurit untuk peserta yang sudah vaksin dosis pertama di Gelora 10 November Tambakasari pada 6 Juli 2021 yang sudah mendapatkan undangan, antara lain dari Kecamatan Wonokromo, Kecamatan Sawahan, Kecamatan Gayungan, Kecamatan Wiyung, Kecamatan Pakis, Kecamatan Jambangan, Kecamatan Tegalsari, Kecamatan Wonocolo, Kecamatan Karang Pilang, dan Kecamatan Sukomanunggal.

Di luar tanggal atau lokasi yang telah dipersyaratkan, Fenny menegaskan, masyarakat tidak bisa dilayani. Jatah vaksin yang disediakan kali ini, mernurutnya, sebanyak 8.000 dosis di lokasi Stadion Brawijaya dan 2.000 dosis di Lapangan Kodam V Brawijaya.

 

Vaksinasi Gabungan

Sementara itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya juga sedang menggelar vaksinasi Covid-19 gabungan antar-instansi dalam waktu dekat. Vaksinasi  gabungan antar-instansi ini akan dilaksanakan di beberapa titik Kota Surabaya, Jawa Timur. "Insya Allah nanti kalau turun lagi satu juta dosis vaksin, kami gelar dibeberapa titik," kata Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi yang sedang menunggu ketersediaan stok vaksin untuk dosis kedua, Senin (9/8/2021).

Eri memastikan apabila pemkot telah menerima vaksin dari pemerintah pusat maka pihaknya akan bekerja sama dengan Forkopimda Surabaya untuk langsung melaksanakan percepatan vaksinasi di Surabaya. "Jadi nanti tidak ada lagi beda antara provinsi, Polda, Kodam dan Pemkot. Nanti kami kumpulkan, yang punya Pemkot berapa, yang punya dari TNI berapa, dari Polda berapa terus dijadikan satu. Kami buat berapa titik vaksinasi. Ini demi kepentingan bersama, kita menyelesaikannya bareng," lanjut mantan Kepala Bappeko itu.

Selain itu, lanjut dia, pihaknya juga mendukung serbuan vaksinasi massal Covid-19 di sejumlah titik di Kota Surabaya yang digelar pihak swasta atau stakeholder,  seperti yang dilakukan di kampus-kampus dan perusahaan.

Adapun kampus yang telah menggelar vaksinasi di antaranya Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (Uinsa) dan Universitas Pembangunan Nasional Veteran (UPNV) Jatim.  "Serbuan vaksinasi ini memang untuk mencapai herd immunity atau kekebalan komunal masyarakat di Surabaya," katanya. 

Target sasaran vaksinasi di Kota Surabaya sebanyak 2.218.121 sasaran. Bersdasarkan data Ditjen P2P Kemenkes, Kota Surabaya menjadi 57 kabupaten/kota aglomerasi yang ditargetkan pada bulan Agustus 2021 mencapai 70 persen. Saat ini ada sekitar 705 ribu warga Surabaya yang menunggu vaksinasi dosis kedua jenis Sinovac. alq/ana/cr2/rmc