Komisi C DPRD Kota Kediri Usulkan Seragam Sekolah Gratis

SURABAYAPAGI.COM, Kediri - Pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2022 yang bakal berlangsung saat ini menjadi perhatian Komisi C DPRD Kota Kediri.

Ketua Komisi C DPRD Kota Kediri Sunarsiwi Ganik Pramana mengatakan, komisinya mempertanyakan secara detail soal PPDB kepada Dinas Pendidikan Kota Kediri beberapa waktu lalu. 

Legislator PDI Perjuangan ini berharap Dinas Pendidikan menyiapkan dengan matang sebelum ajaran baru dilaksanakan. Dalam hal ini Komisi C DPRD Kota Kediri mengusulkan adanya tambahan seragam gratis bagi siswa. Menurutnya, jumlah seragam gratis yang diberikan kepada para siswa di Kota Kediri masih terbilang kurang dan perlu ditambah.

“Untuk tahun ini kan seragam wajib hanya satu. Di banggar (badan anggaran) nanti akan kita usulkan lah, untuk ditambah minimal dua. Syukur-syukur bisa 4 seragam semua. Kalau sekolah kan ada seragam wajib, seragam pramuka, seragam khas-tiap tiap sekolah dan ada seragam olahraga,” beber Sunarsiwi Ganik Pramana, Kamis (2/6/2022). 

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Siswanto menjelaskan jika pihaknya sudah memberikan paparan terkait rencana PPDB 2022 kepada anggota dewan.

“Anggota Dewan sudah oke, segera untuk ditindaklanjuti. Insya Allah mulai besok saya sudah bisa mengundang kepala sekolah memberikan sosialisasi terkait ini,” jelas Siswanto.

Dia menyebut, pelaksanaan PPDB 2022 tidak jauh dari PPDB 2021. Karena acuan Permendikbud Ristek masih tetap sama, nomor 1 tahun 2021. Hanya saja di Kota Kediri nantinya ada tambahan 1 SMP Negeri.

Soal usulan penambahan pemberian seragam sekolah gratis bagi siswa, jelas Siswanto, pihaknya mengikuti saja apa yang menjadi keinginan anggota dewan.

“Komisi C kan mengusulkan kalau bisa menjadi 4 seragam. Kalau saya mengikut saja sesuai dengan kemampuan keuangan daerah. Sementara sekarang untuk 2022 kita masih mendapat 1 stel yaitu seragam nasonal SD warna merah putih, sementara SMP warna biru putih,” ujarnya.

Diakuinya jika di tahun 2021 lalu, pemberian seragam sekolah gratis ditiadakan karena anggarannya digunakan untuk penanganan Covid-19. Can