Komisi III Minta Penanganan Vaksin Kota Probolinggo Dimaksimalkan

Tampak Komisi III Hearing Penanganan Covid Bersama Dinkes. SP/KURNIAWAN 

SURABAYAPAGI.COM, Probolinggo - Komisi III DPRD kota Probolinggo gelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) terkait upaya RSUD Mohamad Saleh dan Dinas Kesehatan dalam menangani pandemi covid 19 (28/10, RDP dipimpin oleh Ketua Komisi III Agus Riyanto didampingi anggota komisi, Dinas Kesehatan serta RSUD Moh Saleh.

Ketua Komisi III Agus Riyanto menyampaikan, terkait sarana nakes dan vaksinasi anak hingga lansia sejauh mana, saat ini kota Probolinggo berada di level 3, sedangkan kota lainya sudah level 1, pembahasanya kenapa kota Probolinggo masih berada di level 3.

"Beberapa hari yang lalu, saya berkunjung ke RSUD mengantar saudara sakit, saya amati kasus Covid sudah berkurang, hanya tinggal beberapa orang saja mengantri test PCR," ujarnya

Pihak RSUD Moh Saleh menyampaikan, keadaan fasilitas RSUD sarana dan prasarana per bulan ini, tempat tidur pasien Covid sebanyak 64, terjadi penurunan. Untuk tenaga perawat awal tahun 2021 banyak CPNS, Pensiun dan ada meninggal.

"Awal tahun kita adakan rekrut dan ada 21 Orang, kontrak dengan rumah sakit ada yang per Juli dan Agustus. Juli - Agustus 4-10 orang, pertama ada 5 perawat 12 Juli - 16 Juli sebanyak 10 perawat," papar RSUD

Sementara itu, Dinkes katakan, kondisi kota Probolinggo per 27 Oktober masih level 3 karena tidak ada indikator vaksinasi, tapi sekarang sudah ditambahkan. Saat ini penilaian vaksinasi dosis satu secara umum dan lansia, minimal 70% dan lansia 60% , entri kita butuh waktu karena butuh loading data. 

"Jika ingin level 1, dalam waktu dekat vaksinasi lansia harus 60%, dan saat ini kekurangan 4000 lansia, ini yang menjadi hambatan. Kita juga dibantu 3 pilar untuk mencoba beberapa strategi, kebanyakan takut, tidak perlu dan tidak diperbolehkan oleh anak nya," jelas Dinkes

Ketua Komisi Agus Riyanto menambahkan, level ini juga pengaruhi ekonomi masyarakat, kalau vaksinasi sudah bagus. Kira - kira apa yang akan dilaksanakan dengan anggaran PAK kemarin. Bisa bekerjasama dengan TNI - POLRI untuk vaksinasi.

Salah satu anggota Komisi III Machrus ali sampaikan, bulan ini perhari antara 3-5 pasien masuk, jumlah yang dirawat sekarang 41, untuk vaksinasi bisa pendekatan secara kultural libatkan tokoh masyarakat paling bawah, seperti di Jember luar biasa antusias lansia maupun muda. Nanti bisa dilakukan di kota Probolinggo.

Menanggapi itu Dinkes katakan, untuk gerakan vaksin lansia sudah melalui tokoh agama tapi ditentang, juga melalui pengajian sudah, organisasi gerontologi. Lusa ada target vaksinasi 1500 peserta vaksin di Ponpes dan semua sudah dapat ijin ortunya, target untuk mencapai level 2 sekitar 2 minggu kedepan.

Komisi III merekomendasikan, penyelenggaraan vaksinasi harus gandeng RT RW, TPQ, 10 hari kedepan capaian vaksinasi lansia harus selesai, bisa pakai reward jika ada CSR untuk berikan sembako. wan