Komjen Agus Andrianto, Calon Kuat Kapolri

Komjen Agus Andrianto (kiri), Komjen Gatot Eddy Pramono (tengah), Komjen Boy Rafly Amar (kanan)

 

 

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Sampai semalam, ada empat Komjen yang santer punya kans menjadi Kapolri. Mereka terdiri Wakapolri Komjen Gatot Eddy, Kabareskrim Komjen Listyo Sigit, Kabaharkam Komjen Agus Andrianto, dan Kepala BNPT Komjen Boy Rafli.

Sumber di Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) dan Indonesia Police Watch (IPW) di Jakarta, Selasa siang kemarin (5/1), menyebut Agus bersaing dengan Boy. Sedang Listyo, beragama non Muslim. “Pilihan Jenderal kelahiran Blora ini, ketegasan Pak Agus. Termasuk saat jadi Kapolda Sumut berani bubarkan kerumunan anggota FPI,” jelas sumber di Kompolnas. Tapi sumber di IPW, menyebut Istana diduga minta dua kandidat yaitu Komjen Agus dan Komjen Boy Rafly.

 

Pensiun 1 Februari

Komisioner Kompolnas Poengky Indarti mengatakan pihaknya akan menyampaikan usulan nama calon Kapolri kepada Presiden pertengahan Januari ini, sebab Kapolri Jendral Idham, akan pensiun 1 Februari 2021.

Meski Poengky tidak menjelaskan waktunya, namun demikian Poengky mengatakan saat DPR selesai reses, maka Presiden bisa dapat mengirimkan surat presiden (Surpres) terkait hal tersebut.

"Dalam waktu dekat. Jadi nantinya saat DPR selesai reses, Presiden dapat mengirimkan surpres kepada DPR," kata Poengky saat dihubungi pada Minggu (3/1/2021).

Poengky mengatakan saat ini Kompolnas masih menyaring calon-calon Kapolri berdasarkan kriteria pasal 11 ayat (6) Undang-Undang nomor 2 tahun 2002 dan menyandingkannya dengan kriteria masukan hasil Focus Group Discussion (FGD) dengan internal Polri.

Perwakilan internal Polri tersebut diwakili alumni Akpol lintas generasi, tokoh masyarakat, serta para Purnawirawan Polri yang diwakili oleh Kapolri dan Wakapolri pada masanya.

Poengky mengatakan sejumlah aspek yang dilihat oleh pihaknya antara lain prestasi, rekam jejak serta integritas calon-calon yang ada.

"Calon-calon yang prestasi, rekam jejak dan integritas terbaik akan kami sampaikan kepada Presiden dalam waktu dekat," kata Poengky.

 

Berkirim Surat ke Presiden

Yang terbaru Kapolri Jenderal Idham Azis sudah berkirim surat ke Presiden Jokowi soal pergantian pucuk pimpinan Polri. Informasi yang diperoleh Selasa (5/1), Idham Azis mengirimkan surat ke Presiden Jokowi pada Senin (4/1/2021).

Isi surat itu, menurut sumber tepercaya di lingkungan Mabes Polri, Idham Azis memohon ke Jokowi untuk penunjukan calon Kapolri baru.

"Artinya Pak Idham tidak mau diperpanjang," demikian sumber di lingkungan Mabes Polri yang tak mau disebut namanya.

 

Tantangan Kapolri Baru

Surat dari Idham Azis ke Jokowi ini menurut informasi, sudah diterima Mensesneg Pratikno. Idham akan pensiun akhir Januari ini.

Sementara itu sejumlah calon Kapolri sudah ramai dibicarakan. Secara umum mereka yang memiliki jabatan bintang tiga berpeluang besar.

Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni mengatakan salah satu tantangan terberat yang dihadapi calon Kapolri ke depan adalah mengutamakan keadilan bagi masyarakat

“Tantangan menjadi Kapolri ke depan sangat berat, namun saya yakin Kapolri baru bisa melaksanakan tugasnya untuk mengutamakan keadilan bagi masyarakat yang mengadu mencari keadilan,” kata Sahroni di Jakarta, Selasa (5/1/2021).

Legislator Partai NasDem ini menyebutkan, calon Kapolri juga harus memiliki integritas dan kapasitas untuk memimpin institusi Kepolisian yang memiliki tugas besar bagi bangsa Indonesia.

Terkait jadwal pelaksanaan uji kelayakan dan kepatutan calon Kapolri, politikus asal Tanjung Priok ini mengatakan belum diagendakan.

Menurutnya, komisi bidang hukum DPR masih menunggu Surat Presiden (Surpres) terkait nama calon Kapolri yang diajukan kepada DPR RI untuk dimintai pertimbangan dan dilakukan uji kelayakan

 

Jago Bidang Reserse dan Humas

Waketum Gerindra Habiburokhman misalnya, menyebut ada tiga sosok yang bisa menjadi calon pengganti Idham Aziz.

Anggota Komisi III dari Fraksi Partai Gerindra Habiburokhman memberikan ciri-ciri umum untuk calon itu. "Ada beberapa sosok Pati (perwira tinggi) senior yang saat ini santer isunya jadi kandidat. Ada yang jago di bidang serse, ada yang jago di humas, ada juga yang lama di bidang pemeliharaan Kamtibmas,"" kata Waketum Gerindra Habiburokhman kepada wartawan, Selasa (5/1/2021).

Menurut Habiburokhman, semua sosok itu memiliki peluang yang sama dan semuanya memiliki prestasi bagus. "Semua masih punya peluang sama besar. Prestasi bagus dan nyaris nol masalah signifikan," katanya.

Setidaknya, ada tiga orang nama calon kuat yang banyak disebut. Yaitu, Komjen Pol Gatot Eddy Pramono yang kini menjabat Wakapolri, Komjen Pol Boy Rafli Amar yang kini menjabat sebagai Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dan Komjen Pol Agus Andrianto selaku Kabaharkam (Kepala Badan Pemeliharaan Keamanan).

Namun, kata Habiburokhman, tidak mustahil ada nama baru. "Tidak tertutup juga kemungkinan muncul kuda hitam alias nama baru. Tapi perlu digarisbawahi, secara prinsip itu hak Presiden untuk ajukan yang mana," katanya.

Yang jelas, Pimpinan DPR belum menerima surat dari Presiden Jokowi terkait nama yang bakal diajukan untuk dilakukan uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test).

"Kami baru sidang internal sekitar tanggal 13 untuk membahas mekanisme fit dan proper test," ujar Habib. Sementara reses DPR akan berakhir pada 11 Januari 2021 mendatang.

 

Amien Rais Jagokan Komjen Listyo

Amien Rais menyampaikan bahwa dirinya yakin bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan memilih Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo sebagai Kapolri. Listyo pernah jadi ajudan Presiden Jokowi.

"Kalau saya tidak mendahului takdir, saya yakin yang akan dipilih Pak Jokowi itu Kabareskrim sekarang yaitu, Pak Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo," kata Amien Rais, dikutip dari akun Instagram @amienrasiofficial, Selasa (5/1/2021).

Agus adalah Akpol lulusan 1989, lahir di Blora, Februari 1967. Ia pernah menjabat Kasat Serse Poltabes Medan (1999), Wakapolres KP3 Tanjungperak (2003), Pamen Polda Jatim (2005), Dir Psikotropika dan Prekursor Deputi Bid Pemberantasan BNN (2015), Dirtipidum Bareskrim Polri (2016), Wakapolda Sumut (2017), Kapolda Sumut (2018) dan sejak tahun 2019 menjabat Kabaharkam Polri. n erc/jk/cr3/rmc