KPK Datang, Mantan Bupati Gresik Sambari Stroke

Rumah mantan Bupati Gresik Sambari Halim, di Perum Mulia Recidence Blok C1, Mulyorejo, Surabaya, yang didatangi KPK, Kamis (8/4/2021).

 

3 Pegawai PT Dewata Bangun Tirta  Diperiksa di Kantor PDAM Gresik

 

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Mantan Bupati Gresik Sambari Halim Radianto, gagal diperiksa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Padahal penyidik KPK sudah sampai rumah Bupati Gresik dua periode di Surabaya. Rumah Sambari berada di Perumahan Mulia Residence di kawasan Kalikepiting, Tambaksari, Surabaya.

Namun KPK hanya ditemui oleh satu anak Sambari saja. “Dua petugas KPK hanya ditemui oleh salah satu anak Sambari. Ini karena Sambari tengah menjalani pemulihan setelah kena Covid-19 dan stroke,” kata Angga, penjaga rumah Sambari, Kamis siang (8/4/2021).

 

Terlibat Dugaan Proyek PDAM

Sebelum ke rumah Sambari yang di Surabaya, petugas KPK juga mendatangi PDAM Giri Tirta Gresik pada Rabu (7/4). Di sana KPK melakukan pemeriksaan dan membawa pulang sejumlah dokumen.

Dari informasi yang dihimpun, pemeriksaan dan penggeledahan yang dilakukan KPK terkait dugaan kasus korupsi proyek kerja sama investasi antara PDAM Giri Tirta Gresik dengan PT Dewata Bangun Tirta (DBT) dan PT Drupadi Agung Lestari (DAL) pada tahun 2012. Investasi tersebut nilainya sebesar Rp 133 miliar.

Dengan PT DBT, PDAM Gresik membangun proyek instalasi pengolahan air di Desa Legundi, Driyorejo senilai Rp 47 miliar dengan waktu kerja sama selama 25 tahun.

Sementara proyek dengan PT DAL adalah membangun Rehabilitation Operating Transfer (ROT) di Desa Krikilan, Kecamatan Driyorejo senilai Rp 86 miliar dengan waktu kerja sama selama 25 tahun.

Ada tiga orang dari DBT yang diperiksa. Pemeriksaan dilakukan di ruangan dewan pengawas Kantor Pusat Perumda Giri Tirta di Jl Raya Bunder Asri Gresik.

"Benar kemarin pagi hingga malam ada tiga orang dari Dewata (maksudnya PT DBT) yang diperiksa penyidik KPK. Mereka (KPK) meminjam ruangan di kantor PDAM Gresik untuk pemeriksaan," ungkap Direktur Utama Perumda Giri Tirta Gresik Siti Aminatus Zariyah kepada sejumlah wartawan di kantornya, Kamis (8/4).

Risa, demikian wanita Dirut PDAM Gresik biasa disapa, tidak menyebut berapa jumlah anggota tim penyidik KPK yang datang ke kantornya. Namun dia memastikan bahwa keberadaan para penyidik lembaga antirasuah itu sekitar 11 jam.

 

Diperiksa sampai Malam

Dari hasil pantauan Risa, pemeriksaan kepada tiga orang dari perusahaan rekanan tersebut dilakukan sejaka pukul 09.00 pagi hingga pukul 20.00 malam.

"Ya sekitar sebelas jam-lah, tapi juga diselingi isoma (istirahat, salat dan makan)," ujar Risa yang juga sudah dimintai keterangannya oleh penyidik KPK beberapa hari lalu di Surabaya.

Lebih lanjut diungkapkan Risa, selama dilakukan pemeriksaan, tim penyidik KPK tidak melakukan penggeledahan dan penyitaan dokumen di kantornya meski obyek yang diselidiki adalah perusahaan yang kini dipimpinnya. "Begitu juga tidak ada pemeriksaan terhadap pegawai maupun jajaran direksi PDAM," jelasnya.

Risa kembali mengemukakan bahwa saat ini penyidik KPK sedang menyelidiki adanya dugaan korupsi terkait proyek pengadaan air bersih PDAM Gresik pada 2012. Nilai investasinya bernilai di atas Rp 100 miliar dengan melibatkan dua perusahaan sebagai pemodal.

Dua perusahaan dimaksud adalah PT Dewata Bangun Tirta dengan nilai investasi sebesar Rp 47 miliar. Satunya lagi adalah PT Drupadi Agung Lestari (DPL) dengan nilai investasi lebih gede, yakni sebesar Rp 86 miliar.

Dari informasi yang diterima wartawan, pada Kamis (8/4) giliran petinggi PT Drupadi Agung Lestari yang dipanggil untuk diperiksa oleh tim penyidik KPK.did/rmc/rl