KPK Mulai Tangani Kasus Formula E Gagasan Anies Baswedan

Anies Baswedan

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Saat ini Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tengah menyelidiki dugaan korupsi pelaksanaan ajang balap internasional Formula E di DKI Jakarta, gagasan gubernur Anies Baswedan.

Ajang Formula E 2021 di Jakarta diputuskan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.

Anggota Komisi B Fraksi PDIP Dewan Perwakilan Rakyat Daerah DKI Jakarta, Gilbert Simanjuntak mengatakan sudah banyak anggaran yang dikeluarkan untuk mempersiapkan penyelenggaraan Formula E 2021. Selain commitment fee sebesar Rp560 miliar, ada dana lain senilai Rp200 miliar.

Selain dua dana tersebut, kata Gilbert, ada dana tambahan yang dikeluarkan Pemprov DKI Jakarta berupa anggaran terukur tidak langsung. Seperti perubahan lapangan Monas yang menelan biaya Rp28 miliar pada 2019 dan Rp115 miliar pada 2020. Sehingga total keseluruhan anggaran perubahan lapangan Monas untuk penyelenggaraan Formula E mencapai Rp143 miliar.

 

Sudah Panggil Sejumlah Saksi

Plt Juru Bicara KPK Bidang Penindakan Ali Fikri bahkan mengatakan ada sejumlah saksi yang telah dimintai keterangan dan klarifikasi untuk mengumpulkan data dan keterangan. Hal ini diperlukan dalam proses penyelidikan yang tengah dilakukan.

"Betul, KPK sedang meminta permintaan keterangan dan klarifikasi kepada beberapa pihak guna mengumpulkan bahan data dan keterangan ataupun informasi yang diperlukan oleh tim penyelidik," kata Ali kepada wartawan, Kamis, 4 November.

Ia mengatakan proses penyelidikan ini dilakukan setelah adanya laporan dari masyarakat atas adanya dugaan korupsi dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut. Hanya saja, Ali belum bisa memerinci siapa saja pihak yang diduga terkait maupun siapa saja yang telah dipanggil karena proses penyelidikan masih berlangsung.

"Kegiatan ini tentu sebagai tindak lanjut dari informasi yang disampaikan masyarakat ihwal penyelenggaran Formula E di DKI Jakarta kepada KPK," ungkapnya.

"Namun demikian, karena masih proses awal pengumpulan bahan keterangan maka materi penyelidikan tidak bisa kami sampaikan saat ini," imbuh Ali.

Lebih lanjut, dirinya meminta agar masyarakat terus memantau dan mengawal proses ini. Sehingga, upaya pemberantasan korupsi bisa terus dilakukan dengan baik oleh KPK.

"Kami meminta publik terus mengawal kerja-kerja KPK sebagai unsur pengawasan sekaligus pendukung upaya-upaya pemberantasan korupsi," pungkasnya.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membuka penyelidikan baru terkait dugaan rasuah penyelenggaraan ajang balap Formula E di Jakarta. Sejumlah pihak sudah dipanggil untuk mencari bukti korupsi dalam perkara itu.

"Sudah ada beberapa pihak yang dipanggil untuk diklarifikasi," kata Direktur Penyidikan KPK Setyo Budiyanto di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Kamis, 4 November 2021.

Setyo enggan memerinci pihak-pihak yang sudah diperiksa penyidik. Pasalnya, penyelidikan kasus ini masih dalam tahap yang tingkat kerahasiaannya tinggi.

"Detailnya tidak akan kami sampaikan karena tahapannya masih di penyelidikan," ujar Setyo.

Masyarakat diminta bersabar. Lembaga Antikorupsi butuh waktu untuk mendalami perkara ini. n jk, er, 03