Kreasikan Sandal Ukir hingga Pasar Nasional

Variasi ukiran sandal dari pesanan. SP/ TLG

SURABAYAPAGI.com, Tulungagung - Kegemarannya membaca komik membuat Guntur Cahyo Saputro yang merupakan seorang perajin ukiran sandal tertarik untuk menggambar tokoh-tokoh komik maupun kartun Jepang. Kini produk sandal ukir miliknya mulai rambah pasar nasional.

Guntur memilih media sandal karena sandal karena sandal merupakan alas kaki yang selalu dibutuhkan bagi setiap orang. Selain itu, dengan memberi sentuhan ukir gambar yang unik akan menambah kesan estetika pada sandal tersebut. Tak hanya untuk alas kaki, dia pun mengkreasikan sandal ukir miliknya untuk membuat jam dinding ataupun hiasan dinding.

Tak hanya membuat sandal ukir, Guntur juga mengkreasikan sandal ukirannya menjadi mahar perkawinan. Selain unik, karyanya juga terbilang memiliki nilai seni tinggi. Sebab, semuanya dikerjakan sendiri dengan cara manual diukir.

Bagi Guntur, saat ini tren mahar dan hantaran untuk seserahan pernikahan sedang menjamur. Peluang ini yang ditangkap oleh Guntur menjadi kesempatan bisnis. Selain itu, dia menganggap mahar atau seserahan pernikahan menjadi sesuatu yang personal dan memiliki kenangan bagi setiap pasangan. Untuk itu, dia pun mencoba membuatnya seunik mungkin.

“Dari segi wujudnya saja sudah berbeda. Ibaratnya tidak akan ada yang menyamai. Ini yang saya maksud memiliki kesan personal bagi setiap pasangan,” terangnya.

Selain itu, Guntur mengaku masih kerap mengalami kesulitan pada saat mengukir. Terutama saat membuat detail gambar kecil dan rumit yang butuh ketelatenan untuk menyelesaikan satu pasang sandal. Tak jarang dia harus berulang kali membuat pola gambar untuk memastikan detailnya sempurna.

Selain kesulitan mengukir, produksi dalam jumlah besar juga menjadi kendalanya. Sebab, dalam satu hari Guntur hanya mampu selesaikan tiga pasang sandal. Itu pun untuk gambar standar.

Sedangkan mengenai inspirasi gambar, Guntur mengatakan, ide gambar didapat dari hal yang ada di sekelilingnya. Terutama dari tokoh komik yang kerap dibacanya. Selain itu, media sosial seperti Instagram dan Facebook juga menjadi referensinya dalam berkreasi.

Ke depan dia pun berencana akan terus kembangkan pasar bisnisnya. Ini terbantu dengan adanya media sosial. Tak heran jika penjualannya pun hingga Kalimantan, Kediri, dan Ponorogo. “Rata-rata memang luar kota karena promosi di media sosial sangat membantu menjangkau pasar,” tandasnya. Dsy2