Kuota Pupuk Subsidi untuk Petani Trenggalek Turun 484 ton Tahun Ini

author surabayapagi.com

- Pewarta

Selasa, 14 Mar 2023 13:40 WIB

Kuota Pupuk Subsidi untuk Petani Trenggalek Turun 484 ton Tahun Ini

i

Foto ilustrasi. Foto: Antara.

SURABAYAPAGI.COM, Trenggalek - Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Trenggalek Didik Susanto mengatakan bahwa alokasi pupuk bersubsidi untuk petani di Kabupaten Trenggalek tahun 2023 ini hanya sebanyak 22.811 ton. Jumlah tersebut turun sebanyak 484 ton jika dibandingkan tahun 2022 yang mencapai 23.295 ton.

Didik menyampaikan, turunnya alokasi pupuk tersebut terjadi karena kuota pupuk yang diberikan oleh pemerintah pusat memang berkurang.

Baca Juga: Jelang Pemilu 2024, Jokowi Tambah Lagi Anggaran Pupuk Subsidi Rp 14 Triliun

"Kuota yang diberikan dari pusat memang berkurang. Kami terima dengan lapang dada. Tidak usah meratapi nasib, kondisinya memang sedang tidak baik-baik saja," kata Didik di Trenggalek, Jawa Timur, Senin (13/3/2023).

Kendati demikian, ia tetap memastikn bahwa pengurangan jatah pupuk bersubsidi tidak mengganggu target produksi pertanian di wilayahnya.

Ia menerangkan, saat ini tengah digalakkan langkah kemandirian dengan mengembangkan pupuk organik yang jauh lebih murah dan dapat dikembangkan setiap petani.

"Ya, kami sedang kembangkan pupuk organik dan biosaka, dengan input terbatas diharapkan hasilnya maksimal," ujarnya.

Baca Juga: Puluhan Napi di Rutan Trenggalek tak Masuk DPTb

Menurutnya, pemanfaatan pupuk organik dan biosaka itu untuk menambah daya tunjang penggunaan pupuk kimia. Pasalnya, manfaat penggunaan pupuk organik perlu jangka panjang sehingga masih dilakukan perpaduan.

"Kalau dulu petani kita imbau tambah pupuk non subsidi meskipun mahal, tapi kalau sekarang dapatnya alokasi berapa, kemudian dimaksimalkan pupuk organik dan biosaka. Blitar sudah membuktikan, dengan input terbatas produksi tinggi. Kita mengarah ke sana," terangnya.

Didik optimistis, pemanfaatan pupuk organik dan biosaka yang terus dikembangkan akan meningkatkan produktivitas pertanian di tengah kuota pupuk subsidi yang terbatas.

Baca Juga: Dalam Semalam, 2 Ekor Ular Dievakuasi dari Rumah Warga

Berdasarkan data alokasi pupuk subsidi yang didapat, yakni sebanyak 8.277 ton NPK, 13.974 ton urea dan 565 ton NPK formula dinilai masih kurang dengan kebutuhan para petani di Trenggalek.

Maka dari itu, lanjut Didik, pemerintah daerah setempat tengah menggencarkan pemberian berbagai pelatihan kepada para petani tentang pembuatan pupuk organik, pestisida organik dan biosaka. Dimana hasil yang tak kalah saing dengan biaya murah dan mudah dijumpai sehingga para petani berangsur-angsur meninggalkan penggunaan pupuk kimia.

Adapun hingga saat ini lebih dari 50 petani di Kabupaten Trenggalek telah menggunakan pupuk organik sebagai alternatif. trg

Editor : Redaksi

BERITA TERBARU