Kurangi Banjir di Lamongan, BBWS Kirim 4 Pompa Air

Bupati Fadeli saat memimpin rapat dengan perwakilan dari BBWS. SP/MUHAJIRIN KASRUN

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Segala cara dilakukan oleh Pemkab Lamongan dalam upaya mengurangi genangan air yang ada di wilayah Bengawan Jero, salah satunya bersurat ke Pemerintah Pusat, dan surat bupati Fadeli langsung direspon, dan Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWS) dan tim teknis Pemprov Jatim segera mengirim 4 unit pompa air.

Kepastian pihak BBWS bakal mengirim pompa air berkapasitas total 1000 liter per detik tersebut, disampaikan oleh Arif Bakhtiar, Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan, Kamis (31/1/2021) setelah bupati Lamongan Fadeli saat rapat yang dihadiri perwakilan dari BBWS, Dinas PU SDA Jawa Timur, Bakorwil Bojonegoro dan BPBD Jawa Timur.

Dalam rapat tersebut kata Arif, telah menghasilkan keputusan signifikan untuk penanganan banjir Bengawan Jero. Diantaranya BBWS akan segera merealisasikan bantuan empat unit pompa banjir untuk Lamongan. Masing-masing pompa tersebut berkapasitas 250 liter per detik.

Penambahan ini akan sangat berarti untuk menambah kinerja pompa banjir yang sudah ada sebelumnya. Sebesar 6 ribu liter per detik di Sluis Kuro, 1.500 liter per detik di Melik, dan 1.500 liter per detik di Babat.

Selain itu, Pemprov Jatim melalui BPBD juga akan mengirimkan sejumlah besar bantuan untuk korban banjir.

Bupati Fadeli memastikan akan terus mendorong pemerintah pusat untuk merealisasikan program penanggulangan banjir Bengawan Jero sebagaimana sudah tertuang dalam Perpres 80 tahun 2019.

Sampai saat ini, yang sudah direalisasikan adalah peningkatan kapasitas penampungan floodway di Plangwot/Laren.

Sementara itu dua rencana kegiatan lainnya belum direalisasikan. Yakni penuntasan saluran primer daerah irigasi Bengawan Jero, dan rehabilitasi daerah irigasi Bengawan Jero yang terbentang mulai dari Kecamatan Pucuk hingga Glagah.

Ini adalah upaya kesekian Pemkab Lamongan dalam penanganan banjir Bengawan Jero.

Selain pompa banjir, pembersihan gulma enceng gondok dilakukan secara masif baik secara manual maupun dengan menggunakan backhoe amphibi.

Sebanyak 30 ton beras juga sudah didistribusikan kepada warga terdampak banjir.

Sementara dalam APBD 2021 sudah disiapkan anggaran sebesar Rp 7 miliar untuk normalisasi pembuangan di Kali (sungai) Malang, Kali Corong dan beberapa sungai sekunder lainnya. Penggunaan anggaran ini juga termasuk untuk kegiatan pengerukan Waduk Palangan dan normalisasi jaringan irigasinya. jir