Kurangi Sampah Hingga 70%, TPST Samtaku Direaplikasi di Berbagai Daerah

Wakil Gubernur Jatim saat hadir dalam peringatan Hari Lingkungan Hidup di Lamongan. SP/MUHAJIRIN KASRUN

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST), Sampahku tanggungjawabku (Samtaku) milik Pemkab  Lamongan ini terus mendapat apresiasi dari berbagai daerah, bahkan sudah direaplikasi oleh beberapa daerah, karena Samtaku ini bisa mengurangi sampai ke pembuangan hingga 70 persen.

Reaplikasi oleh berbagai daerah itu disampaikan oleh wakil gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak dalam memperingati Hari Lingkungan Hidup, yang digelar oleh Generasi Emas Milenial (Gen Emil), di TPST Samtaku Desa Tambakrigadung Kecamatan Tikung, Kabupaten Lamongan, Minggu (5/6)2022).

"Saya mengapresiasi Lamongan sebagai percontohan yang sudah mulai direplikasi di berbagai daerah di Indonesia. Ini bisa mengurangi 70 persen dari apa yang dikirim ke pembuangan terakhir," terang Emil.

Diungkapkan Mas Emil, bahwa permasalahan sampah merupakan permasalahan yang penting, tidak mudah ditangani dan juga tidak murah, serta tidak dapat ditangani dari satu sisi yakni pemerintah saja melainkan penting pula dari pelaku. 

"Pak Bupati menyampaikan bahwa kadang sudah dibangunkan tempat pembuangan sampah tapi sampahnya dibuang di sebelahnya tidak dibuang ke dalam. Jadi kalau memang budaya masyarakatnya tidak diperbaiki tidak akan bisa, nah anak-anak muda ini (Gen Emil) bisa menjadi penggerak untuk memahamkan itu," kata Mas Emil.

Emil menambahkan masyarakat tidak perlu khawatir akan bau busuk yang mungkin timbul jika didirikan tempat pembuangan sampah di sekitar tempat tinggalnya. Karena menurut beliau, sampah yang langsung diolah dengan baik tidak akan menimbulkan bau yang mengganggu.

Menyambut baik penyelenggaraan Peringatan Hari Lingkungan Hidup di TPST Samtaku, Bupati Yuhronur Efendi mengungkapkan bahwa TPST Samtaku ini efektif dan dapat berjalan dengan baik. "Dua tahun ini kita sudah bisa mengurangi sampah dan tinggal sekitar 15 sampai 20 persen residu yang kita buang di tempat pembuangan akhir. Kita bisa bayangkan seandainya tidak ada TPST Samtaku ini pasti TPA kita terus membutuhkan penambahan luas lahan, dengan adanya tempat ini sampah dapat diurai dan menghasilkan produk ikutan lain, sehingga ini sangat efektif," ungkapnya.

Ditambahkan bupati yang kerap disapa Pak Yes ini menambahkan hadirnya Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak dalam kegiatan tersebut akan mampu mendorong generasi muda untuk bersama berkolaborasi mewujudkan lingkungan yang lebih baik. "Lingkungan ini adalah milik kita bersama, mari kita selamatkan bumi untuk kehidupan kedepan yang lebih baik," tambahnya. jir