Lamongan dan Batu, Dilanda Bencana!

Sebuah mobil rusak berat akibat banjir bandang material lumpur menerjang wilayah Bumiaji, Kota Batu.

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Jawa Timur berduka. Dua kawasan di  propinsi yang dipimpin Khofifah ini, dihajar banjir bandang. Bersaman pada  Kamis (4/11/2021), air bah menerjang kota Batu dan Malang dan banjir yang tak kalah dahsyat juga terjadi di Lamongan.

Data sementara sebanyak 36 rumah warga terdampak. "Sebanyak 36 unit rumah warga terdampak itu berlokasi di Desa Sendangrejo di Kecamatan Ngimbang dan Desa Kalitengah di Kecamatan Sugio," kata Kasi Tanggap Darurat BPBD Lamongan Muslimin, Jumat (5/11).

Selain itu, kata Muslimin, jalan poros yang berada di Desa Kalitengah mengalami rusak parah sepanjang 40 meter. Dilaporkan juga terdapat satu unit warung yang berada di dekat sungai hanyut terbawa arus air.

Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Lamongan segera terjun ke lapangan sesaat setelah kejadian untuk melakukan koordinasi dan kaji cepat di lokasi banjir.

"Hal ini untuk mengantisipasi banjir susulan, salah satunya dengan membersihkan aliran sungai yang bermuara ke waduk Gondang di Kecamatan Sugio," ucapnya.

Hujan deras yang mengguyur sejak Kamis (04/11/2021) sore membuat warga di daerah dataran tinggi di Desa Sendangrejo, Kecamatan Ngimbang, Kabupaten Lamongan, panik. Pasalnya kondisi itu menyebabkan beberapa lokasi diterjang banjir bandang.

Sementara itu, Kepala Desa Sendangrejo, Suwaji, mengatakan jika curah hujan yang terjadi dalam 2 hari terakhir ini cukup tinggi. Sedangkan pada Kamis  (5/11/2021)) terjadi hampir 4 jam lebih yang dimulai sekitar pukul 14.30 WIB sampai pukul 19.00 WIB. Untung saja, belum ada korban jiwa dalam bencana ini.

"Kerugian material masih kita inventarisir dan sampai saat ini ada 1 rumah yang mengalami kerusakan pondasi pagar dari beton yang jebol," terang Suwaji.

"Kita juga sedang berencana mencari solusi terbaik bagaimana air tampungan hujan ini bisa masuk ke saluran yang sebagaimana mestinya. karena sampai saat ini saluran air yang ada di desa kami hanya satu sungai, dan sungai ini tidak bisa menampung volume air hujan yang turun dari atas," terang Suwaji.

Lebih lanjut terkait koordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lamongan, Suwaji mengatakan sudah menyampaikan laporan. "Kita gak tahu ya, yang penting kita sudah laporan," pungkasnya.

Potensi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang masih dapat terjadi di wilayah Kabupaten Lamongan, hal ini merujuk prakiraan cuaca BMKG hingga Minggu (7/11) mendatang.

BPBD Lamongan melaporkan per Jumat (5/11) mengatakan bahwa air telah surut. Pihaknya bersama unsur TNI-POLRI serta tim gabungan lainnya bergotong royong membersihkan lumpur sisa banjir.

 

11 Orang Hilang

Terpisah, banjir bandang juga  menerjang Kota Batu, Jawa Timur,  akibat hujan deras yang mengguyur wilayah hulu Daerah Aliran Sungai (DAS) Brantas yang berada di lereng Gunung Arjuno, Kamis (4/11).

Berdasarkan laporan sementara dari BPBD Kota Batu, banjir bandang tersebut menyebabkan 15 orang hanyut terseret aliran sungai yang meluap. Sebanyak empat orang sudah ditemukan dalam kondisi selamat, namun 11 lainnya masih dalam pencarian.

"Empat (orang) sudah ditemukan. Alhamdulillah selamat semua. Tinggal 11 orang yang belum ditemukan," jelas Kasie Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Batu, Achmad Choirur Rochim dalam keterangan tertulisnya, Jumat (5/11).

Rochim menambahkan, berdasarkan laporan visual sementara dari BPBD Kota Batu, arus sungai anak sungai Brantas yang melintas di Desa Sumber Brantas, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, terpantau mengalir sangat deras dengan membawa beberapa material lumpur, batu dan potongan pohon serta puing bangunan.

Banjir bandang tersebut menurut laporan sementara telah berdampak di sejumlah desa di Kecamatan Bumiaji, Kota Batu. Adapun rinciannya adalah Desa Sumber Brantas, Desa Bulu Kerto, Desa Tulung Rejo, Desa Padang Rejo dan Desa Sidomulyo.

"Yang terdampak ini desa yang dialiri anak sungai Brantas," jelas Rochim.

Data kerugian materil yang dicatat sementara oleh BPBD Kota Batu meliputi empat kendaraan hanyut dan satu unit rumah terendam.

Untuk percepatan penanganan banjir bandang tersebut, Tim BPBD Kota Batu dibantu lintas instansi terkait termasuk TNI dan Polri telah melakukan koordinasi, kaji cepat, pendataan lebih lanjut dan menyiapkan lokasi pengungsian.

Tim juga fokus untuk pencarian para korban dan evakuasi atau penyelamatan warga yang terdampak banjir serta pembersihan sarana dan prasarana yang terdampak banjir bandang.

"Operasi penanganan darurat sudah berjalan, tapi memang untuk malam ini fokus untuk pencarian pertolongan sama pembersihan dan pemulihan sarana prasarana vital jalan-jalan yang tertutup lumpur," jelas Rochim.

 

Perumahan Parah

Dalam keterangan terpisah, BPBD Kota Malang melaporkan bahwa banjir terjadi di permukiman bantaran sungai wilayah DAS Brantas yang melintasi Kelurahan Samaan, Kecamatan Klojen, Kota Malang.

Selain membawa material potongan kayu dan sampah, banjir tersebut juga menyebabkan beberapa rumah warga di Kelurahan Jatimulyo juga terendam air dengan Tinggi Muka Air (TMA) kurang lebih 10 sentimeter.

"Kelurahan Jatimulyo, air sudah meluap ke permukiman dengan ketinggian 10 sentimeter," ujar Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Malang, Asmi.

Asmi menuturkan, dari kejadian tersebut, satu unit jembatan mengalami kerusakan akibat diterjang aliran banjir yang berasal dari hulu anak Sungai Brantas. Sementara itu, kerugian lain dan korban jiwa masih dalam pendataan lebih lanjut oleh tim BPBD Kota Malang. jir,her,mlg