Lansia Sehat dan Produktif, Inovasi SISTER PERI RSUD Grati

drg. Dyah Retno Lestari Direktur RSUD Grati bersama lansia saat kegiatan SISTER PERI

SURABAYAPAGI.COM, Pasuruan - Inovasi SISTER PERI (Sistem Terpadu Pelayanan Geriatri) yang dimiliki RSUD Grati terbukti sukses membantu para lansia yang ingin berobat dengan layanan antar jemput secara gratis.

Sebagai buktinya, dalam kurun waktu 2 tahun, jumlah lansia yang rutin melakukan medical check up, konsultasi hingga berobat ke RSUD Grati mengalami peningkatan yang sangat signifikan.

Bonusnya, layanan ini menjadikan Bupati Pasuruan, Irsyad Yusuf kembali meraih penghargaan dalam Anugerah Kepala Daerah Inovatif (KDI) 2022.

Direktur RSUD Grati, drg Dyah Retno Lestari mengatakan, total lebih dari 150 pasien lansia yang telah mendapatkan layanan Sister Peri. Mereka tergabung dalam Paguyuban Sister Peri yang sewaktu-waktu dapat berkonsultasi dengan RSUD Grati.

Yakni melalui whatsapp grup, di mana didalamnya ada dokter spesialis, farmasi, petugas laboratorium hingga fisioteraphy yang siap 24 jam melayani para pasien.

"Kami punya whatsapp grup yang anggotanya terdiri dari para lansia, dokter spesialis, farmasi, tim IGD AGD, hingga fisioteraphy. Pasien bisa konsultasi kapanpun akan langsung dijawab," kata Retno saat ditemui di ruangannya, Senin (26/09/2022).

Dengan semakin banyaknya pasien yang merasakan manfaat Sister Peri, RSUD Grati kini berubah menjadi rumah sakit yang bukan sekedar rumah sakit pemerintah saja. Namun betul-betul hadir untuk memudahkan masyarakat yang ingin mendapatkan layanan kesehatan dengan sangat cepat.

Seperti Sister Peri Avengers misalnya. Layanan pencet tombol kedaruratan ini betul-betul efektif membantu para lansia yang tak bisa datang ke rumah sakit karena terhalang kondisi fisik. Kata Retno, ketika tombol dipencet, petugas langsung mengecek riwayat kesehatan pasien.

Begitu terlihat plus ditambah dengan keluhan pasien ketika memencet tombol, petugas langsung mendatangi rumah pasien sekaligus dengan membawa obat-obatan dan peralatan kesehatan yang dibutuhkan.

"Rentang waktu cuma setengah jam ketika tombol panic button ditekan, maka petugas langsung meluncur ke rumah pasien plus peralatan dan obat apa saja yang harus dibawanya," tegasnya.

Kini, layanan Sister Peri sudah merambah di 12 kecamatan. Diantaranya Grati, Lekok, Nguling, Rejoso, Winongan, Pasrepan, Gondangwetan, Lumbang, Puspo dan Tosari.

Ditegaskan Retno, selain berobat, para lansia juga dibuatkan beberapa kegiatan seperti senam bersama, Yasinan, Arisan, ketrampilan talkshow hingga kunjungan ke club lansia di puskesmas. Kegiatan tersebut ternyata semakin menambah jumlah anggota dan berdampak pada mindset lansia yang ingin tetap sehat dan produktif.

"Kami ingin menciptakan lansia yang sehat dan produktif. Dan alhamdulillah kami berhasil melakukannya. Dampaknya selalu kunjungan lansia meningkat, home visit meningkat, antarjemput banyak sekali setiap harinya," tutupnya. ris