Layang-layang Padamkan Listrik, Pembelajaran Daring Terganggu

Petugas tunjukan layang-layang yang baru saja dievakuasi dari kabel listrik. SP/ TJ

SURABAYAPAGI.com, Tulungagung - Di sebagian wilayah Kecamatan Kota Kabupaten Tulungagung pada Selasa (22/9/2020) pagi. Aliran listrik mati gara-gara layang-layang jenis gapangan yang jatuh mengenai kabel listrik. 

Padamnya aliran listrik di Tulungagung tersebut mengganggu kegiatan masyarakat. Selain faktor alam, keteledoran manusia juga bisa memicu gangguan aliran listrik. Bahkan matinya listrik juga mengganggu jalanya pembelajaran dalam jaringan (online/daring).

Hal itu dikeluhkan banyak warga, seperti diungkapkan Wiwieko warga Kelurahan Bago misalnya. Ayah 2 putri ini mengaku matinya listrik membuat WiFi di rumahnya ikut mati.

“Kalau listrik mati, WiFi ikut mati. Padahal sekarang sedang ujian tengah semester,” ujar pria yang akrab disapa Eko itu.

Sebelumnya juga terjadi kejadian serupa di sebagian Kecamatan Kedungwaru, Kecamatan Tulungagung dan beberapa wilayah di kecamatan lainnya kembali terjadi pada Sabtu (19/09/20) malam kemarin.

Lebih kurang selama 2 jam 30 menit, ratusan pelanggan PLN  merasakan pemadaman sementara akibat layang-layang.

Proses evakuasi terhadap layang-layang ini pun tak mudah. Petugas harus mencari titik dimana layang-layang tersebut.

“Biasanya begitu kita menerima laporan langsung kita padamkan bagian gardunya untuk proses pencarian lokasi kerusakan dan proses perbaikannya” ujar Adi Prayitno, petugas pelayanan Teknik PLN Tulungagung saat menurunkan layang-layang di Desa Majan, Kecamatan Kedungwaru.

Adi menjelaskan, kejadian listrik padam akibat layang-layang seringkali terjadi. Pihaknya mencatat, selama sebulan terakhir ini lebih dari 10 kejadian pemadaman karena adanya layang-layang yang tersangkut di tiang. 

Untuk kejadian kemarin, pihaknya juga berhasil melakukan pelacakan dan menemukan pemilik layang-layang. Pada pelaku, diberi sanksi membuat surat pernyataan tidak mengulangi lagi perbuatannya.

“Benar itu mas, kemarin pemiliknya kita minta buat surat pernyataan di balai desa diketahui perangkat dan warga,” tegasnya. Dsy1