Skandal Seks Gubernur New York Cuomo

Lecehkan 11 Wanita, dari Pegawai Negeri hingga Polisi

Presiden Amerika Serikat Joe Biden (kiri) dan Gubernur New York Andrew Cuomo. Biden desak Cuomo mengundurkan diri terkait kasus skandal seks 11 wanita.

SURABAYAPAGI.COM, New York City - Gubernur New York , Amerika Serikat (AS), Andrew Cuomo dinyatakan terlibat pelecehan seksual terhadap 11 wanita, termasuk pegawai negeri, mantan pegawai negeri, warga sipil dan bahkan petugas polisi.

Kesimpulan itu merupakan laporan eksplosif Jaksa Agung Negara Bagian New York Letitia James yang diumumkan hari Selasa waktu setempat.

"Cuomo terlibat dalam sentuhan yang tidak diinginkan dan tidak konsensual serta membuat komentar yang bersifat seksual 'menjuruskan', menciptakan lingkungan kerja yang tidak bersahabat bagi wanita,” kata James saat merilis temuan dari penyelidikan selama berbulan-bulan.

Gubernur New York tiga periode yang merupakan politikus Partai Demokrat itu memang diselidiki sejak Desember lalu setelah setidaknya 11 wanita memberanikan diri membongkar skandal memalukan tersebut.

“Saya percaya wanita. Dan saya percaya 11 wanita ini,” kata James, menyinggung slogan "percaya wanita" yang menjadi populer dengan munculnya gerakan #MeToo pada tahun 2017.

Penyelidikan negara bagian setempat menemukan bahwa 11 penuduh Cuomo dapat dipercaya dalam tuduhan mereka.

Cuomo sendiri telah menyangkal klaim tertentu yang dibuat oleh beberapa wanita. "Namun penyelidik menemukan penyangkalannya kurang kredibel dan tidak konsisten dengan bobot bukti yang diperoleh selama penyelidikan kami," lanjut James.

Kendati demikian, penyangkalan Cuomo yang gigih untuk mengakui kesalahan atau meminta maaf justru mengeras sejak mantan ajudannya; Lindsey Boylan, pertama kali mengumumkan tuduhannya tentang kontak seksual yang tidak diinginkan pada bulan Desember.

Menurut kantor Jaksa Agung, tim James telah berbicara dengan 179 orang dan meneliti lebih dari 74.000 item bukti selama penyelidikan.

Charlotte Bennett, mantan ajudan Gubernur New York Andrew Cuomo yang juga menuduhnya melakukan pelecehan seksual awal tahun ini, angkat bicara dalam wawancaranya dengan CBS, yang dilansir Rabu (4/8/2021).

"Dia mengatakan bahwa wanita tampil dengan cerita mereka dan kami tidak perlu menganggapnya serius," kecam Bennett terkait respons Cuomo atas laporan Jaksa Agung.

 

Biden Buka Suara

Posisi Cuomo makin terdesak karena Presiden AS, Joe Biden telah mendesaknya mundur.  “Saya pikir dia harus mengundurkan diri,” kata Biden di Gedung Putih, seperti dikutip Reuters, Rabu (4/8/2021).

Dia memberanikan diri melontarkan desakan itu, bahkan ketika mengakui bahwa dia belum benar-benar membaca laporan dari Jaksa Agung New York Letitia James tentang investigasi rentetan pelecehan seksual yang diduga melibatkan Cuomo.

Bahkan sebelum Biden melontarkan desakannya, publikasi laporan James telah memicu seruan baru bagi sang gubernur untuk mengundurkan diri. Seruan itu berasal dari para petinggi Partai Demokrat.

Pemimpin Mayoritas Senat Chuck Schumer dan Senator Kirsten Gillibrand (New York) keduanya meminta Cuomo untuk mundur. "Tindakan Gubernur yang dilaporkan...sangat mengganggu, tidak pantas dan sama sekali tidak dapat diterima," kata mereka.

Wali Kota New York Bill de Blasio, yang tidak pernah menjadi penggemar berat Cuomo, juga bersikeras agar Cuomo mengundurkan diri.

Presiden Joe Biden sebelumnya mengatakan dia akan mendukung pengunduran diri Cuomo jika penyelidikan mengonfirmasi tuduhan pelecehan seksual tersebut, meskipun beberapa orang bertanya-tanya apakah dia akan menahan diri untuk berbicara karena kemungkinan itu akan membuka kembali diskusi tentang tuduhan pelanggaran seksualnya sendiri.

Sebelumnya pada hari Selasa, Ketua DPR Nancy Pelosi juga menyerukan pengunduran diri Cuomo.wp/ny