Ledakan Besar Seperti Bom Teror Kota Mojokerto

Kondisi rumah yang meledak di Jalan Karyawan Baru, Nomor 51, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto, Minggu, pukul 12.30 WIB dini hari. SP/Dwy AS

SURABAYAPAGI.COM, Mojokerto - Ledakan besar menghujam rumah Oentoro Wibowo (75),  di Jalan Karyawan Baru, Nomor 51, Kelurahan Sentanan, Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto, Minggu, pukul 12.30 WIB dini hari.

Beruntung tak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Hanya saya kaca rumah berwarna hitam pekat pecah dan berantakan hingga ke ruas jalan raya, pun demikian dengan tembok belakang, jendela dalam, pintu dapur dan plafon rusak serta jebol di sejumlah sudut.

Sejumlah anggota inafis Polresta Mojokerto dan Bidlabfor Polda Jatim masih melakukan penyelidikan hingga saat ini pukul 09.49 WIB.

Suwarni, 79 tahun tetangga sebelah rumah menceritakan, awal dirinya mendengar bunyi ledakan saat tengah terbangun tengah malam. "Saya pas ngelilir bangun, posisi saya kan tidur di atas bagian depan. Tau-tau ada suara seperti ledakan bom," ucapnya, pada awak media.

Kendati mendengar ledakan seperti suara bom, dirinya dan anak laki-lakinya enggan untuk keluar rumah. "Gak berani keluar di dalam saja kami, tapi karena suara ledakan keras. Banyak warga akhirnya datang ke depan jalan itu (sembari menunjukkan kondisi jalan raya yang masih penuh serakan kaca)," tegasnya.

Tak lama polisi pun berdatangan ke lokasi. Polisi pun mengamankan tabung berwarna merah muda lengkap beserta regulator dan kompor gasnya dari kediaman Oentoro.

Dari pantauan di lokasi, sekitar pukul 10.03 WIB sejumlah anggota Bidlabfor Polda Jatim keluar dari rumah yang tengah mengalami kerusakan parah pada bangunan di bagian kaca jendela, pintu, dan atap berbahan genteng tersebut.

Garis polisi yang sebelumnya di pasang pun di lepas kembali. Sejumlah pemuda terlihat membersihkan serakan kaca yang tersemburat ke jalan raya.

Terkait elpiji ini, ada kesaksian menarik dari Cipto (30), juga warga setempat.  Ia mengatakan ledakan terjadi sekitar pukul 00.30 WIB, Minggu, 12 September 2021 di rumah pemilik Toko bangunan Niaga 2 di Jalan Mojopahit, Kota Mojokerto.

"Ledakan dari dalam rumah. Kata anaknya (Riky Wibowo) elpijinya utuh. Anaknya juga bingung, ngecek elpiji tapi utuh, dan posisi di belakang sendiri," ucap Cipta yang sempat berkomunikasi dengan korban.

Cipto menyebutkan lagi, tak ada korban jiwa dalam ledakan yang dihuni oleh tiga orang itu.  Walaupun kondisi dalam rumah berantakan, dan beberapa bagian seperti kaca jendela, atap genteng, dan pintu rusak parah.

"Ada tiga orang, ibu bapak sama anaknya. Gak ada yang luka juga. Waktu ditanya butuh pertolongan, kata anaknya gak usah," Catur memungkasi.

Sementara itu, polisi memastikan penyebab ledakan dipicu dari kebocoran tabung bright gas berukuran 12 kilogram.

Hal itu disampaikan langsung oleh Kasatreskrim Polresta Mojokerto Iptu Hari Siswanto usai olah tempat kejadian perkara (TKP) dan berdasarkan hasil penyelidikan Tim Bidlabfor Polda Jatim.

Kepada media, ia menjelaskan, tabung gas mengalami kebocoran, terlihat saat penyelidikan di nis regulator terdapat balutan atau bekas perbaikan. Dari sinilah kebocoran terjadi, hingga terpantik api dan menimbulkan ledakan.

"Hasil yang didapat dari tim, ledakan ini bersumber dari tabung kebocoran LPG yang dipicu percikan api otomatis pompa air," terangnya.

Hari menjelaskan, dugaan itu diperkuat dengan kesaksian Riky Wibowo, anak pemilik rumah. Jika setiap satu jam saja sekali switch presure otomatis mesin air aktif.

Posisi gas elpiji Bright Gas berwarna merah muda dengan isi 12 kilogram itu berada tak jauh dari alat pompa air. Berkisar hanya satu meter saja.

Sehingga, kebocoran yang terpantik api memicu terjadinya ledakan hebat hingga merusak bagian dinding dapur, kaca jendela rumah, atap genteng, dan pintu rusak bahkan terpental.

"Tiap satu jam kata anaknya sanyo nyetek. Nah, ada picuan dari switch presure alat otomatis pompa air yang mengeluarkan percikan api," kata Hari.

Hari memastikan, anak korban Riky pada saat kejadian yang juga berada di lantai dua masih dalam kondisi bermain youtobe. Sehingga, mengetahui pasti ledakan itu.

Saat ini, ketiga penghuni rumah sudah berada kembali di dalam rumah. Lantaran, para korban tak mengalami luka apapun.

"Pemiliknya ada di rumah kok, di lantai dua. Soalnya tidak ada yang luka. Jadi tidak ada korban jiwa atas kejadian ini," ucapnya.

Guna pemeriksaan lebih lanjut, dari hasil olah TKP polisi mengamankan satu tabung gas elpiji Bright Gas 12 kilogram, selang, nis regulator, dan kompor gas.

"Kita amankan dulu, kondisi selang, dan nis regulatornya utuh. Saat diamankan, tabung gas masih berisi," ujarnya. dwi