Lewat Marketplace, Kini Meroket hingga Pasar Eropa

Sunali saat mengerjakan miniature kapal pesanan pelanggannya. SP/ MJK

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto - Pandemi Covid-19 yang mewabah di Mojokerto membuah berbagai lini usaha mengalami kemerosotan dan banyak yang gulung tikar, salah satunya Sunali, perajin miniatur kapal. Kemerosotan pesanan dan penjualan miniature tersebut tak lepas dari ditutupnya hampir objek wisata selama masa pembatasan.

Hal ini yang berdampak besar terhadap angka kunjungan yang juga anjlok tajam. Sehingga memengaruhi permintaan kerajinan tangan sebagai buah tangan. “Karena wisata sepi, maka penjualan kerajinan juga ikut sepi. Siapa yang beli kalau tidak ada pengunjung,” terangnya.

Sebelum adanya pandemi Covid-19 ini, Sunali bahkan mampu memproduksi dan memasarkan lebih dari 200 sampai 250 unit miniatur selama sebulan. Dengan total omzet hingga mencapai Rp 10 juta sampai Rp 12 juta.

Namun, sejak virus asal Wuhan itu menyerang Indonesia, praktis omzet usaha kerajinannya terjun bebas hingga 90 persen lebih. Atau hanya mampu menjual barang kurang dari 20 unit miniatur per bulan. Sementara omzet yang diraih tidak sampai Rp 1 juta per bulan.

Namun, situasi krisis kini lambat laun mulai bangkit. Pesanan miniatur kapal mulai datang meski tidak dalam jumlah besar seperti kondisi normal lewat marketplace. Meski baru memulai, setidaknya satu atau dua order sudah mampu ia raup setiap minggunya. Termasuk juga mengandalkan order dari galeri seni yang biasa mendapat pesanan dari wisatawan asing.

Produksi miniatur kapal berbagai model. Mulai kapal pinisi, kapal Mojopahit, kapal Dewa Ruci, hingga kapal perang. Untuk proses pembuatan, hampir seratus persen hasil pekerjaan tangan dengan mengandalkan peralatan dan bahan sederhana.

Untuk badan hingga tiang kapal, ia menggunakan limbah kayu mahoni dari pabrik yang digergaji dan dipoles menyerupai bentuk kapal sebenarnya. Sementara untuk layar ia biasa memakai bahan baku sepatu. Sunali mengaku mampu membuat kapal dengan berbagai macam ukuran. Mulai terkecil 18 sentimeter sampai yang berukuran lebih dari 1 meter.

Sedangkan, untuk pasar, produk buatannya bisa menembus hingga kawasan Eropa. Seperti Jerman, Belanda, hingga Prancis. Skala nasional, produknya biasa dipasok pemilik galeri asal Makasar, Bali, Jogja, hingga Tangerang. Dsy3