Lewat Seminar Kebangsaan, Perkuat Nilai Spiritual Para Pejuang di Dunia Pendidikan

Dari kiri, Siti Lailatus Sofiyah, M. Mosio Dosen Fisip Unipra, pembicara Wakil Wetua DPRD Jatim Sahat Tua Simanjuntak, Romo Elva dan Ahmad sari perwakilan Polrestabes Surabaya,  SP/ALQ

 

SURABAYAPAGI, Surabaya - Dalam rangka memperingati hari pahlawan 10 November Himpunan Mahasiswa Administrasi (Himanistra) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Universitas WR Supratman (UNIPRA), menggelar Seminar Kebangsaan dan Doa Bersama Lintas Agama. Dengan tema "Membumikan Nilai-Nilai Spiritual Para Pejuang Di Pendidikan Tinggi". 

Ketua Himanistra FISIP Unpira, Risky Ahmad Taufik mengatakan seminar tersebut bertujuan untuk memperkuat nilai-nilai spiritual para pejuang di dunia pendidikan khusus di perguruan tinggi. 

Sebagai pemateri, pihaknya mengahadirkan Wakil Wetua DPRD Jatim Sahat Tua Simanjuntak, Cak Sari Perwakilan dari Polrestabes Surabaya, dan perwakilan dari agama Katolik Romo Elva,

Dari segi peserta, lanjut risky, Kegiatan tersebut, dihadiri oleh sekitar 150 peserta secara tatap muka, yang terdiri dari mahasiswa semua Fakultas, jajaran petinggi kampus diantaranya Rektor dan Pembantu Rektor 1, serta para delegasi dari Badan eksekutif Mahasiswa (BEM) dari Universitas yang ada Surabaya dan juga siswa ditingkat SMA/SMK yang ada disekitar kampus, dan 30 peserta mengikuti secara daring. 

Wakil Ketua II DPRD Jatim Sahat Tua Simanjuntak sangat mengapresiasi terhadap mahasiswa Universitas W.R Supratman dimalam 10 November ini, mampu melaksanakan sebuah diskusi dalam rangka penguatan secara spiritual terhadap nilai-nilai kepahlawanan dengan mengajak komunitas lintas agama. 

"Menjadi bertambah keyakinan kita generasi muda khususnya mahasiswa begitu sangat peduli terhadap hal-hal kebangsaan dan kenegaraan kita, jadi saya menyambut baik dan mengapresiasi mudah-mudahan kegiatan seperti ini, mahasiswa menjadi inisiator nya dalam bentuk lembaga-lembaga kajian," katanya. 

Lanjutnya dalam diskusi seperti ini kita memberikan dukungan penuh terhadap semua tema-tema kebangsaan."Tema-tema kenegaraan yang menjadi bagian dari bahan diskusi mahasiswa khususnya yang dilakukan oleh teman-teman mahasiswa universitas WR Supratman," terangnya. 

Ia juga berpesan terhadap mahasiswa UNIPRA untuk terus melakukan sebuah pergerakan baik itu dalam bidang akademik maupun non akademik. 

"Maju terus mahasiswa wr Supratman perkuat barisan kajian dan kita akan dukung,"pungkasnya. 

Menurut Ahmad sari perwakilan Polrestabes Surabaya, mengungkapkan, dalam seminar ini sangatlah bagus terhadap nilai-nilai semangat spiritual di hari pahlawan dan harus dibuat contoh oleh kampus-kampus lainnya, karena kampus ini  satu-satunya yang menyelenggarakan seminar semacam ini. 

"Kampus Wage Rudolf Supratman ini yang membuat acara dalam rangka kirim doa, dalam rangka mengumpulkan komunitas agama berbagai hal positif lah ini dan mudah-mudahan spirit ini mengalir kepada kampus-kampus yang lain," Ulasannya, 

Lebih lanjut nya, "bahwa untuk mencegah disintegrasi bangsa salah satu bentuk pencegahannya seperti ini (memperkuat wawasan kebangsaan), berkomunikasi, berinteraksi dengan berbagai suku, tokoh agama". 

Sebagai umat yang beragama (Islam) kita harus menjaga nilai toleransi, menjaga sikap saling menghargai sesama umat beragama, dengan cara berfikir yang moderat dalam beragama. 

"Kita tidak boleh eksklusif, kita harus toleransi, lawannya intoleransi, kita harus toleransi, harus tasamuh, harus saling menghargai dan kunci yang paling  itu adalah moderasi dalam beragama, seperti yang saya jelaskan tadi," Tuturnya. 

Cak sari, berharap terhadap mahasiswa UNIPRA, untuk terus maju, dan mempunyai rasa semangat yang tinggi dengan menciptakan sebuah mahasiswa berkarakter dan berdaya saing demi mewujudkan mahasiswa yang berbudi luhur. 

"Melihat spirit dan semangat kaya begini dan mudah mudahan lah karakter-karakter yang ditanamkan di unipra ini terbentuk, sehingga mereka menjadi pemuda-pemuda yang berkarakter luhur, bila nanti dipersiapkan untuk menjadi para pemimpin negara," tutupnya.

Sedangkan menurut Fransiskus salah satu rohaniawan pada saat memimpin doa, menjelaskan, dalam kegiatan ini sungguh relevan terutama situasi bangsa kita yang saat ini menuju pemilu 2024. 

"Dimana mudah sekali orang itu disulut oleh politik identitas dan kita sudah melihat pengalaman pemilu-pemilu yang lalu jadi bagaimana kita diajak untuk merenungkan kembali kebhinekaan kita, sebagai satu bangsa Indonesia dan tidak mudah untuk di kotak-kotak an, maka acara seperti ini, jadi momentum yang baik bagi kita kedepannya tidak hanya soal pemilu tapi bagaimana kita berbangsa bernegara bhinneka tunggal Ika," Jelasnya. 

Ia juga mengungkapkan, bahwa tema yang diangkat dalam seminar ini sangatlah bagus, tentang soal spiritualitas bagi anak muda, dimana anak muda ini mempunyai potensi yang cukup besar untuk membangun negara menjadi lebih maju. 

"Karena bagaimana pun juga menurut survey statistik itu 60% jumlah penduduk Indonesia itu di dominasi  anak muda usia 16 - 35 itu anak muda generasi kalian dan ini menjadi sesuatu yang potensial untuk diolah untuk didampingi untuk dibina," ungkapnya. 

sehingga generasi mendatang ini menjadi generasi yang toleran seperti perjuangan Bapak-bapak bangsa kita, pendiri bangsa kita, mereka sungguh memperjuangkan toleransi dan saling bekerjasama membangun niatan untuk, supaya Indonesia ini lebih maju lagi. 

Harapannya,  jangan berhenti untuk mengadakan sebuah kegiatan semacam ini, agar dapat menjadi contoh dari mahasiswa perguruan lain. 

"ini tidak hanya berhenti pada seminar saja, harus ada rencana tindak lanjut, jangan hanya menjadi wacana tapi harus ada aksi, kalian sebagai mahasiswa Universitas WR Supratman ini menjadi inisiator dan harus bisa menjadi influezer, supaya acara-acara serupa dan aksi-aksi kemudian bisa juga dilaksanakan oleh teman-teman muda dari universitas lain," Tutupnya. Alq