Lianhua jenis LQC Donasi, Izin Edarnya Dicabut BPOM

Obat cina yang bernama Lianhua Qingwen dan kini sedang viral di media sosial.

 Diduga Mengandung Ephedra, yang Berpotensi Picu Kardiovaskular dan Sistem saraf pusat

 

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Obat cina yang bernama Lianhua Qingwen dan kini sedang viral di media sosial, setahun ini digadang-gadang efektif tangani virus corona atau covid-19.

Diantara obat Cina Covid-19 ada yang ditarik oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Obat tersebut bernama Lianhua Qingwen Capsules (LQC) yang dipercaya bisa mempercepat penyembuhan Covid-19.

BPOM meluruskan, tak semua produk LQC disetop. Tepatnya, yang dicabut izin edarnya adalah jenis LQC Donasi yang sempat diterbitkan oleh Badan Nasional Penanggulangan (BNPB) atas rekomendasi BPOM, melalui Sistem Layanan Perizinan Tanggap Darurat, Aplikasi Indonesia National Single Window (INSW).

Berdasarkan kajian, LQC Donasi diketahui mengandung ephedra, bahan yang dilarang penggunaannya dalam obat tradisional lantaran berpotensi memicu masalah kardiovaskular dan sistem saraf pusat.

Ephedra merupakan bahan yang dilarang digunakan dalam obat tradisional (negative list) berdasarkan Peraturan Kepala Badan POM Nomor: HK.00.05.41.1384 Tahun 2005 tentang Kriteria dan Tata Laksana Pendaftaran Obat Tradisional, Obat Herbal Terstandar dan Fitofarmaka karena dapat menimbulkan efek yang berbahaya pada sistem kardiovaskular dan sistem saraf pusat.

Kandungan tersebut juga memiliki sifat termogenik, yaitu dapat meningkatkan suhu panas tubuh dan laju metabolisme. “Suplemen yang mengandung ephedra memiliki kandungan alkaloid, yang telah dihubungkan dengan kejadian serangan jantung, kejang, stroke, psikosis, dan kematian mendadak,” tegas dr. Theresia, Selasa (8/6/2021).

Dijelaskan juga oleh dr. Theresia Rina Yunita, ephedra atau juga disebut dengan ephedra sinica adalah ramuan yang memiliki sejarah panjang dan telah lama digunakan dalam pengobatan tradisional Tiongkok. Tidak hanya itu, ramuan yang dikenal juga dengan nama Ma huang itu juga dipercaya dapat menyembuhkan penyakit asma dan bronkitis.

"Berdasarkan hasil evaluasi dan aspek risiko-manfaat terhadap kedua produk tersebut, BPOM memutuskan tidak lagi memberikan rekomendasi produk donasi tersebut melalui layanan perizinan tanggap darurat," tulis BPOM.

Pada keterangan BPOM, disebutkan pencabutan izin edar tersebut berlaku mulai 30 April 2021. Badan POM telah melakukan kajian terkait keamanan dan manfaat kedua produk tersebut.

Untuk itu, BPOM berupaya mendorong peran Tenaga Kesehatan, dalam hal ini dokter, perawat dan apoteker untuk mengedukasi pasien agar bijak dan cerdas dalam menggunakan atau pemanfaatan obat tradisional maupun Traditional Chinese Medicine (TCM).

 

Obat untuk Covid-19

Terpisah, Wakil Kepala Beijing University of Chinese Medicine, Wang Wei, mengatakan, metode pengobatan Lianhua membuahkan hasil yang positif, seperti dikutip dari Xinhua. Obat herbal itu baru menerima persetujuan dari negara lain untuk menjadi obat untuk pasien COVID-19 dari negara Kuwait.

Awal obat ini menjadi sorotan negara-negara lain setelah TCM (Traditional Chinese Medicine) mejeng di Pameran Internasional China 2020 untuk perdagangan jasa. Pameran tersebut dimulai pada hari Jumat (19/9/2020) dan menarik minat 18.000 perusahaan dan 183 negara dan wilayah.

Sejak itu produsen TCM yang memproduksi obat direkomendasikan juga bisa untuk pengobatan COVID-19. Perusahaan ini bernama Sijiazhuang Yiling Pharmaceutical.

Diketahui, Lianhua Qingwen adalah obat herbal china yang mengandung ekstrak bahan-bahan alami.

Lianhua Qingwen secara tradisional digunakan untuk membantu meredakan demam, sakit kepala, pegal linu dan tenggorokan kering. Lianhua Qingwen dikemas dalam bentuk sediaan kapsul, diproduksi oleh Zhijiazhuang Yiling Pharmaceutical dan diimpor oleh PT Intra Aries.

Namun nyatanya Obat Lianhua Qingwen ini, diteliti mengandung bahan berbahaya bahkan bisa mematikan. erk/sr/cr3/rmc