Libur Natal Berpotensi Munculkan Kluster Baru

Momen liburan kerap dimeriahkan bersama keluarga untuk berlibur di tempat wisata, terlihat wisatawan hendak masuk dalam area KBS. SP/ MOCHAMMAD KASYFI FAHMI  

SURABAYAPAGI,Surabaya - Beberapa tempat wisata memang telah menerapkan protokol kesehatan. Tapi nyatanya, virus covid-19 memang masih belum surut di Jawa Timur, khususnya di Kota Metropolitan seperti Surabaya. Minggu (27/12/2020).

Pantas saja jika Presiden Joko Widodo memutuskan untuk memangkas jatah libur panjang yang sebelumnya telah ditetapkan pada momen Hari Raya Natal hingga Tahun Baru Masehi. Kebijakan ini sempat menuai pro dan kontra di kalangan masyarakat.

Meski libur panjang tak layak dilaksanakan, sebisa mungkin masyarakat memanfaatkan libur peringatan Hari Raya Natal. Terpantau salah satu wisata di Kota Pahlawan yang menjadi destinasi wisatawan adalah Kebun Binatang Surabaya atau yang biasa disebut KBS.

KBS mencatatkan, libur natal per tanggal 25 hingga 27 Desember 2020 mengundang kurang lebih 2000 orang ke KBS setiap harinya. Seperti yang diungkapkan oleh Agus Supangkat, Humas KBS, "Setiap bulannya, tren pengunjung selalu meningkat. Sama haknya dengan libur natal pada kali ini. Tapi tenang saja, kita tetap taati prokes. Untuk menghindari kerumunan, jalur masuk kita buka 3 pintu. Pintu utama, parkir dan pintu belakang," paparnya.

Dirinya mengatakan bahwa wisatawan yang hendak masuk dalam area KBS harus tes suhu badan. Jika ditemukan ada suhu wisatawan diatas 37 derajat, maka pihak KBS sudah menyediakan ruang isolasi. Jika dirasa suhu blom turun, maka yang bersangkutan akan dirujuk ke rumah sakit.

Tak hanya itu, "Sebelum masuk kawasan wisata KBS, pengunjung diarahkan melewati area penyemprotan disinfektan. Tentunya wajib pakai masker, jaga jarak, hindari kerumunan dan cuci tangan," jelas Agus.

Berbeda dengan wisata di kota-kota lain, kota Surabaya dikatakan lebih mudah dimasuki oleh wisatawan dari luar kota dibandingkan kota wisata lain seperti Malang dan Batu. Jika tempat wisata di kota lain menuntut para wisatawan untuk menyertakan surat keterangan rapid test sebelum berwisata, tempat wisata di Surabaya justru membebaskan para pengunjung dengan mudah keluar dan masuk tempat wisata.

"Sampai tahun baru, informasi dari Dinas Pariwisata, wisatawan tidak diwajibkan untuk memberikan surat keterangan rapid tes," ujar Agus.

Hal serupa juga diungkapkan oleh pihak PT. Granting Jaya melalui Adit, selaku marketing. "Sejauh ini informasi dari Dinas Pariwisata, masih belum ada kebijakan untuk menyerahkan surat keterangan rapid test bagi wisatawan dalam kota atau luar kota," paparnya.

Seperti yang kita tahu, bahwa momen liburan kerap kali dimeriahkan bersama keluarga, yang didalamnya terdapat anak-anak atau lansia. Tentu keduanya berpotensi menimbulkan cluster baru covid-19 jika pengawasan pemerintah dirasa kurang ketat. mbI