Lin Jarvis Nilai Sprint Race Tingkatkan Risiko Pembalap Cedera

author surabayapagi.com

- Pewarta

Jumat, 27 Jan 2023 14:47 WIB

Lin Jarvis Nilai Sprint Race Tingkatkan Risiko Pembalap Cedera

i

Managing Director Yamaha Motor Racing Lin Jarvis. Foto: MotoGP.

SURABAYAPAGI.COM, Lesmo – Panitia penyelenggara MotoGP Dorna Sports mengungkapkan bahwa format sprint race akan dipergunakan di MotoGP 2023. Menanggapi hal tersebut, Managing Director Yamaha Lin Jarvis menilai sprint race akan meningkatkan risiko cedera bagi para pembalap.

“Akan ada lebih banyak ketidakpastian dan risiko di balapan daripada di latihan bebas. Kenyataannya, banyak hal aneh yang bisa terjadi dalam balapan. Jadi satu masalah yang mungkin kita hadapi adalah cedera pengemudi. Karena menurut saya, resiko cedera dari sprint race akan lebih tinggi dari sebelumnya,” kata Jarvis, dikutip dari Speedweek, Jum’at (27/1/2023).

Sebagaimana diketahui, sprint race sendiri nantinya akan dilangsungkan pada Sabtu dan dilanjutkan balapan seperti biasa di hari Minggu. Format tersebut akan berlangsung 50 persen dari jumlah lap di balapan normal.

Format sprint race ini dipakai sebagai pengganti sesi latihan bebas keempat atau FP4. Keuntungannya dari format itu, yang mana sembilan pebalap terdepan akan mendapatkan poin tambahan untuk bersaing memperebutkan gelar kejuaraan dunia.

Di samping itu, Menurut Jarvis, Yamaha tidak akan membutuhkan mesin tambahan untuk menyambut sprint race MotoGP 2023. Pasalnya, menurut pria berpaspor Inggris itu, format baru balapan ini masih belum familiar bagi seluruh tim.

"Konsep ini baru untuk semua pabrikan dan semua tim. Jadi ada beberapa ketidakpastian untuk saat ini," ujarnya.

Jarvis tidak berpikir akan membutuhkan mesin tambahan karena mungkin akan menempuh jarak sejauh itu di musim 2023.

“Saya tidak berpikir kami akan membutuhkan mesin tambahan karena kami mungkin akan menempuh jarak sejauh itu di musim 2023 seperti sebelumnya. Tidak banyak yang akan berubah di sana. Dan sejauh menyangkut anggaran, kami juga tidak mengharapkan biaya tambahan untuk suku cadang ambang pintu," tuturnya.

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa sprint race MotoGP 2023 memberikan tekanan yang lebih besar pada anggota tim. Pasalnya, kata dia, tim harus menyiapkan motor 24 jam lebih awal dari sebelumnya.

“Karena kita harus menyiapkan motor untuk balapan 24 jam lebih awal dari sebelumnya. Sekarang tim juga harus mempersiapkan motor untuk balapan hari Sabtu. Kemudian set-up balapan harus dimodifikasi lagi untuk balapan yang lebih panjang di hari Minggu agar mendapatkan performa yang maksimal lagi,” ungkap bos tim berusia 65 tahun itu. lsm

Editor : Redaksi

BERITA TERBARU