Lindungi Produk Lokal, Kemenkop Tekan Produk Impor di E-commerce

Pekerja merapikan pesanan di Warehouse JD.ID. SP/ JKT

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Saat ini Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop) bersama kementerian lain tengah melindungi produk lokal agar tetap berdaya saing. Dengan merumuskan aturan perdagangan produk impor di dalam negeri lewat e-commerce.

Dalam hal ini, Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menyebutkan akan merevisi Permendag Nomor 50 Tahun 2020 tentang Ketentuan Perizinan Usaha, Periklanan, Pembinaan, dan Pengawasan Pelaku Usaha dalam Perdagangan Melalui Sistem Elektronik.

Ada empat tujuan dalam revisi ini. Pertama untuk meminimalisir ancaman terhadap UMKM dan industri dalam negeri dari produk luar negeri dan perdagangan yang tak sehat.

Kedua, mengutamakam produk dan perdagangan dalam negeri. Ketiga, mengembangkan akses usaha UMKM di dalam ekonomi digital. Keempat, perlindungan konsumen dari perdagang dan produk luar negeri.

Teten belum merinci ketentuan apa saja yang bakal berubah usai revisi. Tapi, kata dia, perubahan akan dilakukan menyangkut beberapa poin.

Pertama, mempertegas model bisnis penjualan perdagangan secara elektronik atau online (e-commerce). Kedua, terkait aspek persaingan usaha. Ketiga, standar dan pengaturan produk perdagangan dalam negeri dan asing.

Beberapa poin yang akan ditambah dalam Permendag meliputi soal persaingan usaha, penerapan standar produk, serta pengaturan perdagangan asing. "Saya kira ini harus jadi komitmen konsumen kita, kalau kita nggak beli produk UMKM, bagaimana kita tingkatkan market demand agar UMKM semakin giat dan semangat berproduksi," jelas Teten, Rabu (19/5/2021).

Selain itu, salah satu upaya pemerintah meningkatkan penjualan produk lokal yakni lewat gerakan kampanye Bangga Buatan Indonesia (BBI). Karena saat ini, daya beli masyarakat sedang turun. Maka perlu didorong supaya belanja produk UMKM. Dsy19