Luapan Sungai Madiun Buat Ngawi Siaga Banjir

Jalan akses di Desa Simo, Kecamatan Kwadungan, Kabupaten Madiun terendam air akibat luapan Sungai Madiun. SP/TMI

SURABAYAPAGI, Ngawi - Tim tanggap darurat dari Polri-TNI dan BPBD siaga mengantisipasi banjir di Ngawi, setelah sungai Madiun yang melintasi Ngawi mulai meluap diguyur hujan selama enam jam. Akibatnya sebagian jalan desa banjir.

Terdapat dua sungai besar yang melintasi Ngawi. Yakni Bengawan Solo dan Sungai Madiun, yang bertemu di Ngawi Kota sebelah timur Benteng Van den Bosch. Untuk Bengawan Solo, melintas di Kecamatan Widodaren, Karanganyar dan Ngawi kota.

Hujan intensitas tinggi mulai turun sejak pukul 19.00 WIB hingga 01.00 WIB. Luapan Sungai madiun, merupakan anak dari Bengawan Solo, tampak menggenangi sebagian jalan di Desa Tirak Kecamatan Kwadungan.

"Barusan dapat laporan, Sungai Madiun yang melintas di Ngawi mulai masuk jalan-jalan desa. Airnya masuk sungai Desa Simo," ujar Kapolres Ngawi AKBP I Wayan Winaya, Minggu (11/4/2021).

Meski volume air mulai naik, jelas dia, kondisi jalan desa masih bisa dilalui. Air hanya di pinggiran persawahan dan sebagian naik ke jalan, tapi masih bisa dilalui kendaraan.

Saat ini Polri bersama TNI dan BPBD Ngawi telah melakukan patroli ke desa-desa rawan banjir. Peringatan dini banjir yang terpasang di anak Sungai Madiun di Desa Simo juga dalam pemantauan.

"Alat peringatan dini banjir kita pantau juga patroli ke desa yang rawan banjir baik di sepanjang Sungai Madiun da Bengawan Solo. Kita patroli bersama TNI dan BPBD," tandasnya.

Sementara Kapolsek Kwadungan AKP Sunarijati menjelaskan, beberapa desa di Kwadungan Ngawi menjadi langganan banjir. Yakni Desa Simo, Purwosari, Tirak, Warukkalong dan Desa Pojok.

"Ini kita siaga mengingat tadi malam hujan deras dan ini kita patroli bersama anggota," ungkap kapolsek.

Ia juga menjelaskan, saat ini pihaknya telah melakukan patroli memantau situasi banjir Ngawi. Saat ini ketinggian banjir di Ngawi terus bertambah.

Sunarijati menambahkan pihaknya juga memberikan jasa angkutan penyeberangan bagi warga yang ingin pulang ke rumahnya. "Ini kita bantu dengan kendaraan kita, karena kendaraan roda dua tidak bisa melewati banjir," tandasnya.

Salah satu warga Desa Simo, Ridwan Kurniawan, mengatakan Desa Simo memang terkenal dengan kawasan banjir. Hampir setiap tahun banjir melanda desa tersebut. Setiap musim penghujan, warga setempat selalu mengantisipasi banjor dengan melihat arus sungai.

"Tanggul sungai hanya sampai desa sebelah dan belum sampai Desa Simo " jelas Sawi warga lainnya.

Warga berharap ada upaya penanganan agar Desa Simo, Kecamatan Kwadungan, Ngawi tidak menjadi langganan banjir.na