Luhut Menafsir Pikiran Jokowi, Soal Maju Cawapres

Luhut Binsar Panjaitan berbincang dengan Rocky Gerung yang ditayangkan di podcast milik Rocky Gerung.

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta- Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan membela Presiden RI Joko Widodo, dengan jawaban tafsiran. Ini tafsiran Luhut saat ditanya pengamat politik Rocky Gerung tentang wacana presiden tiga periode.

Rocky awalnya menyinggung pernyataan Jokowi yang seolah mempersilakan wacana tiga periode bergema. Luhut kemudian membela dengan mengatakan bahwa itu adalah hak demokrasi rakyat, termasuk bagi relawan Jokowi.

"Saya kira itu orang nanya beliau [Jokowi], 'kenapa pengikut bapak masih ada yang usulin bapak tiga periode?'" kata Luhut kepada Rocky Gerung, dikutip dari RGTV Channel, Rabu (21/9/2022).

"Jawaban beliau, 'itu kan hak demokrasinya orang.' Which is betul, orang bilang Jokowi dungu, Jokowi bodoh, saya kan enggak bilang apa-apa juga," lanjut Luhut.

 

Harusnya Jokowi Mengedukasi

Rocky lalu berargumen bahwa idealnya Jokowi sebagai presiden harus memberi edukasi kepada orang yang menyuarakan isu tersebut. Ia juga menekankan pentingnya menjelaskan aturan presiden hanya boleh menjabat selama dua periode yang tercantum di konstitusi.

Luhut kemudian merespons dengan menegaskan bahwa Jokowi tidak pernah mendorong perubahan konstitusi.

Ia juga membela dengan menjelaskan bahwa yang dibenarkan oleh Jokowi hanya sebatas hak menyuarakan pendapat, termasuk wacana mengenai tiga periode.

"Presiden memang tidak pernah mengatakan bahwa dia mendorong ada konstitusi supaya berubah. Enggak pernah itu," kata Luhut.

"Tapi bahwa yang dia benarkan adalah kalau rakyat berdiskusi ingin tiga periode, ingin empat periode, itu hak rakyat," lanjutnya.

Sebelumnya, Presiden Jokowi sudah menegaskan dirinya taat terhadap konstitusi dalam merespons desakan relawan untuk melanjutkan masa jabatan hingga tiga periode.

Ia menjelaskan konstitusi membatasi masa jabatan presiden sehingga dirinya harus mematuhi aturan tersebut.

"Sekali lagi, saya akan selalu taat pada konstitusi dan kehendak rakyat. Saya ulangi, saya taat konstitusi dan kehendak rakyat," kata Jokowi saat membuka Musyawarah Rakyat Indonesia (Musra) di Bandung, Minggu (28/8).

Namun, orang nomor satu Indonesia itu juga tak mempermasalahkan jika ada yang getol menyuarakan presiden tiga periode karena hal tersebut merupakan bagian dari demokrasi.

"Ini katanya negara demokrasi? Itu 'kan tataran wacana, enggak apa-apa, yang penting saya ingatkan dalam menyampaikan aspirasi jangan anarkis," ujarnya. n jk/rmc