Machfud Arifin Ajak Doa Bersama 60 Detik Lawan Covid-19

Machfud Arifin. SP/SP

SURABAYA, Surabaya - Bakal Calon Wali Kota Surabaya, Irjen.Pol (Purn) Drs. Machfud Arifin  mengajak semua elemen masyarakat mulai dari tingkat bawah hingga penentu kebijakan, untuk sama-sama memanjatkan doa sejenak dihari-hari tertentu. Hal itu sebagai upaya preventif bahwa covid-19 adalah musuh bersama. 

Gerakan masif itu diinginkan Machfud Arifin mengingat, jumlah kasus covid-19 yang kian meningkat dan berdampak pada tingginya angka kematian di Kota Surabaya. "Ini sungguh miris bagi kita, kami sangat prihatin dengan kondisi yang ada saat ini," ujar Machfud Arifin saat diskusi bersama para awak media di Hotel Mercure Surabaya, Kamis, (16/07).

Machfud mengusulkan agar momentum doa sejenak (60 detik) bersama seluruh masyarakat bisa dilakukan rutin setiap hari Jumat. Mengingat hari Jumat merupakan hari keberkahan bagi kita semua.

"Mari kita luangkan waktu sejenak, berhenti dari aktifitas, dan memanjatkan doa bersama agar covid-19 ini bisa kita atasi bersama," harap Machfud.

Disamping itu, momentum ini bisa dijadikan refleksi bersama dengan penuh kesadaran, betapa pentingnya menjaga protokol kesehatan yang dimulai dari diri kita sendiri. Sebab, apapun langkah pemerintah dalam melakukan pencegahan terhadap covid-19, jika tidak dibarengi dengan kesadaran masyarakat maka akan sia-sia.

"Tindakan yang luar biasa tidak hanya bisa dilakukan oleh Gubernur, Wali kota atau Bupati saja, tapi sudah menjadi bagian dari tugas kita bersama dalam memerangi covid-19," tegasnya.

Menurutnya, covid-19 tidak hanya berdampak pada ekonomi saja, melainkan kesehatan. Berdasarkan data yang didapat, angka kasus covid per 15 Juli 2020 bertambah 61 kasus menjadi 7.392 kasus. Angka sembuh bertambah 135 menjadi 3.840 kasus, dan angka kematian juga bertambah 11 menjadi 649 kasus.

"Kemarin saya juga mendapat kabar ada Kepala Dinas di Kota Surabaya, ada juga yang di Provinsi juga meninggal. Belum lagi tenaga kesehatan yang juga sudah banyak yang tumbang. Dua hektar tanah yang disiapkan untuk memakamkan pasien covid-19 sekarang sudah penuh (terisi). Bahkan, saya juga mendengar tukang (penggali) makam sudah capek dengan kondisi yang seperti ini," terangnya.

Kesadaran akan pentingnya protokol kesehatan harus dibangun kepada semua lapisan masyarakat. Mulai dari menjaga kebersihan, mencuci tangan, olahraga, istrihat yang cukup, bahkan menghindari kerumunan masa. Sebab, masih banyak kerumunan masa yang tidak dibarengi dengan protokol kesehatan. Alq