Mahasiswa Mojokerto Tewas Terseret Ombak Pantai Bengkung

Petugas mengevakuasi jenazah korban yang terseret ombak Pantai Bengkung. SP/Istimewa

SURABAYAPAGI.COM, Mojokerto - Kabar duka datang dari Institut KH Abdul Chalim, Pacet, Mojokerto. Tiga mahasiswanya dihantam ganasnya ombak Pantai Bengkung, Desa Gajahrejo, Kecamatan Gedangan, Malang Selatan. Akibatnya, satu orang ditemukan tewas dan dua dinyatakan hilang.

Info ini lantas dibenarkan BPBD Kabupaten Mojokerto. Menurut informasi, yang diperoleh  peristiwa laka air terjadi sekitar pukul 06.30 WIB, Rabu (26/5) pagi tadi. Tercatat ada tiga korban yang terhempas dan terseret ombak.

Berikut diperoleh tiga data korban, yakni Maulana Muhammad Al Faridzi, 30 tahun, warga Desa Petonggan, Kecamatan Rakit Kulim, Kabupaten Indragiri. Lalu Fikri, 19 tahun, asal Sumatra Barat hingga kini belum ditemukan.

Sementara, satu korban telah ditemukan bernama Azizah, 21 tahun, asal Nusa Tenggara Barat. Ketiga korban merupakan mahasiswa Institut KH Abdul Chalim yang berada di Kabupaten Mojokerto.

Kepala BPBD Kabupaten Mojokerto, Ludfi Ariyono melalui anggota Pusdalops menjelaskan, jika peristiwa laka air menimpa mahasiswa yang mengenyam pendidikan di Kabupaten Mojokerto. "Betul A1. Sampai saat ini masih satu korban yang ditemukan, dua korban masih dalam pencarian," jelasnya.

Lutfi menyebut, hanya saja pihaknya belum bisa memastikan identitas ketiga korban. Lantaran, masih dilakukan OPS SAR oleh BPBD Kabupaten Malang terhadap sejumlah korban tenggelam yang hingga kini belum ditemukan.

"Untuk biodata korban akan di-update kembali, hasil koordinasi dengan BPBD Kabupaten Malang dan jajaran samping. Insyaallah benar, cuman saya pastikan lagi nanti menunggu update dari teman-teman BPBD sana yah," pungkasnya.

Sementara, Rektor Institut KH Abdul Chalim Muhib Rokhman atau Gus Muhib saat dikonfirmasi melalui pesan singkat belum memberikan respon hingga berita ini diturunkan. Dwy