Maksimalkan Pemantauan Warga Eks Lokalisasi Dolly, Pemkot harus Memiliki Data Warga di Dolly by Name by Address

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Untuk memastikan tidak ada lagi praktek prostitusi di eks lokalisasi Dolly Wakil Ketua DPRD (Dewan Perwakilan Rakyat Daerah) Kota Surabaya Reni Astuti mengimbau kepada Pemerintah Kota Surabaya dan mengajak seluruh elemen untuk terus memperhatikan eks lokalisasi Dolly.

Reni Astuti mengatakan menurut data, di Putat Jaya masih banyak warga Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) agar kesejahteraan masyarakat disana terjamin dan bisa memantau dengan maksimal, Pemkot harus memiliki data warga di Dolly by name by address.

" Dari situ Pemkot dapat mendata warga yang dulu memiliki pendapatan tapi kini mengalami kesulitan ekonomi sehingga tidak mendapatkan kehidupan yang berkualitas," katanya.

Reni menerangkan, warga golongan MBR ini harus diburu sampai ketemu. Agar Pemkot bisa melakukan pembinaan dan pendampingan di bidang ekonomi maupun sosial.

"Bagi warga usia produktif, harus diberdayakan agar bisa mandiri secara ekonomi. Kemudian bagi warga lansia, Pemkot harus menjamin dengan memberikan perlindungan sosial,"ungkapnya.

Menurut Reni setidaknya, terdapat dua kebutuhan dasar masyarakat yang harus bisa dipenuhi Pemkot. Yakni, tak boleh ada anak yang putus sekolah agar hak pendidikan didapatkan dengan baik. Kedua, ketika masyarakat sakit harus bisa berobat dan dirawat dengan layak.

Reni mengakui semangat warga eks lokalisasi Dolly tersebut. “Warga dan tokoh masyarakat disini saya akui punya semangat tinggi untuk meninggalkan stigma Dolly yang dulu. Mereka juga menyadari bahwa harus menciptakan lingkungan yang sehat agar menjadi tempat bertumbuh yang baik untuk anak-anak mereka,” ujar Reni. Alq