Maling Kotak Amal di Magetan Terekam CCTV

Tangkapan layar rekaman CCTV saat pelaku tengah beraksi.

SURABAYAPAGI.COM, Magetan - Aksi pencurian kotak amal di masjid As Slimi di Desa Balegondo Magetan terekam CCTV. Nampak dalam rekaman terlihat pelaku menggunakan jaket dan celana pendek tengah mengambil salah satu kotak amal yang berada di bagian teras masjid.

Kejadian itu diketahui pengurus masjid pada Jumat (10/9/2021). Bermula dari salah seorang pengurus yang membersihkan masjid karena hendak dipakai salat Jumat. Saat itulah dia mengetahui kalau kotak amal sudah raib. Setelah ditelusuri dengan mengecek rekaman kamera pengintai atau CCTV, ada pelaku yang mengambil kotak amal dan membawanya pada Jumat (10/9/2021) dini hari sekitar pukul 01.27 WIB.

“Kami lihat dari CCTV, pelaku datang dari utara masjid, terlihat celingukan melihat kondisi sekitar. Setelah dirasa aman, pelaku mulai ambil kotak amal yang kami letakkan di bagian teras masjid,” terang Suparman, pengurus masjid, Sabtu (11/9/2021).

Suparman menyebut kalau pelaku kemungkinan besar tak beraksi sendirian. Terbukti dari rekaman CCTV, di sebelah barat masjid, pelaku terlihat meletakkan kotak amal yang sudah diambil. Pelaku terlihat mencari seseorang yang menunggunya. “Kemungkinan ada satu orang lagi yang menunggu di pinggir jalan untuk membantu pelakunya kabur,” terang Parman.

Tak lama setelah bingung kotak amal raib digondol pencuri, pihaknya menerima kabar kalau ada seseorang yang menemukan kotak amal tersebut di kawasan makam Tionghoa desa setempat.

Kondisi kotak amal berbahan kaca itu pecah. Diduga kuat pelaku memecahkan kotak tersebut lalu mengambil uang di dalamnya.

“Kotak yang rusak disimpan warga, nanti digunakan untuk barang bukti jika polisi menyelidiki. Kira-kira isinya tidak sampai Rp 100 ribu. Karena dari amal harian, berbeda dengan amal hari Jumat yang mungkin lebih,” terang Suparman.

Dia menyebut kalau pencurian ini sudah ketiga kalinya. Suparman menduga pelakunya orang yang sama. Karena itu pihak masjid memasang CCTV di tujuh titik sekitar tempat ibadah itu. Tujuannya, mengantisipasi kejadian serupa.